Kamis, 13 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Kedungtuban Jadi Tempat Beroperasi Galian C

Tanaman Pertanian Sekitar Tambang Rusak

Editor: samian
Rabu, 10 Januari 2018
Ahmad Sampurno
Kepala UPT Dinas Pertanian dan Perikanan Kecamatan Kedungtuban, Suparman.
TERKAIT:

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora - Galian C di Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang diduga illegal tersebut ternyata operasinya berada di lahan pertanian produktif milik warga desa setempat. Tak pelak membuat tanaman pertanian yang ada disekitar rusak akibat aktivitas penambangan.

Kepala UPT Dinas Pertanian dan Perikanan Kecamatan Kedungtuban, Suparman, menjelaskan, sesuai laporan dari petugas lapangan, areal persawahan itu milik salah satu warga desa setempat. Namun, dirinya mengaku belum mengetahui kepemilikan lahan, dan kepemilikan tambang sampai saat ini juga belum jelas.

"Coba kami nanti cari dulu datanya. Yang jelas itu tanah pemajakan milik warga," kata Suparman, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (10/1/2018).

Menurutnya, lahan yang saat ini beralih fungsi itu berada di lahan pertanian yang subur. Namun sekarang lahan yang ditaksir luasnya mencapai 2000 m2 itu sudah berubah menjadi lubang besar dan cukup dalam, timbunan bekas galian juga tampak di sekitar galian.

"Lahannya subur, dan berpotensi untuk ditanami tanaman pangan. Tidak menutup kemungkinan jika tambang itu berlanjut, akan berimbas pada lahan di sekitarnya," terangnya.

Terkait dengan alih fungsi lahan itu, dirinya enggan memberikan keterangan. "Kalau masalah izin alih fungsi, itu bukan ranah kami,” tandasnya.

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah , menyatkan tidak semua kawasan bisa digunakan untuk pertambangan.

"Harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten setempat. Untuk lahan pertanian produktif tidak bisa digunakan untuk usaha jenis ini," jelas Kepala Balai Pengkajian Pengawasan dan Pengendalian (BP3) Kendeng Selatan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto.

Agus juga menegaskan, bahwa aktivitas pertambangan galian C di Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuan, tidak memili izin. Tidak ada izin baru di wilayah Kecamatan Kedungtuban. "Belum ada perizinan," kata dia.

Menurutnya, untuk mendapatkan izin penambangan dari Provinsi, harus melalui izin prinsip dari Kabupaten. "Semua jenis usaha pertambangan harus dimulai izin prinsip dari Kabupaten," kata Pria berkacamata ini.(ams)

 

 

 

Dibaca : 612x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>