Kamis, 13 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Tandon Air Bawah Tanah Renggut Tiga Nyawa

Editor: samian
Jum'at, 28 September 2018
Ali Imron
EVAKUASI : Tim BPBD Tuban evakuasi korban di dalam tandon air di Kecamatan Kerek.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Sebuah tandon air berukuran sekira 4 x 5 meter di bawah tanah milik pengusaha palawija, Cik Eli di Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, merenggut tiga nyawa.

Satu korban bertugas menguras tampungan air, yang dikabarkan sudah puluhan tak dibersihkan. Sedangkan dua korban lainnya hendak menolong, tapi ikut meninggal.

"Tahu-tahu dengar ada korban yang meninggal di dalam tampungan," ujar warga setempat, Ahmad, kepada suarabanyuurip.com, disela-sela evakuasi korban oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan Kerek dan K3 PT Semen Indonesia (persero), Jumat (28/9/2018).

Adapun identitas ketiganya, yaitu Surono, Warsimo, dan Waspodo yang semuanya dari Desa Margomulyo atau ring 1 perusahaan semen BUMN. Untuk kronologinya, diawali Surono masuk ke dalam tandon untuk menguras tandon air menggunakan diesel.

Dirasa cukup lama tak muncul, disusul Warsimo untuk menolongnya. Orang kedua yang masuk juga bernasib sama tak muncul, kemudian disusul pekerja Cik Eli, bernama Waspodo. Sebagai orang kepercayaan pengusaha palawija ini, juga tak bernasib baik.

"Warga tak ada yang berani menolong karena lubang masuknya sempit," terangnya.

Warga lainnya, Roni juga menguatkan, sempat ada bau serupa minyak tanah dari dalam tandon air. Diduga kuat aroma menyengat berasal dari diesel yang digantung di mulut tandon. Asap diesel tersebut, perlahan membuat cadangan oksigen di dalam menipis.

"Sempat ada aroma minyak tanah," sambung pria berperawakan jangkung.

Kepala Desa (Kades) Margomulyo, Mariyah, membenarkan jika tiga warganya meninggal saat menguras tandon air milik pengusaha palawija keturunan Tiongkok. Mewakili pemerintah desa, dirinya turut berduka cita dan berharap keluarga yang ditinggalkan bersabar.

"Sumur itu mau dibersihkan. Dua orang mau menolong tapi ikut meninggal," terang Kades humanis itu.

Dalam proses evakuasi, korban pertama yang diangkat dari mulut tandon adalah Warsimo. Jeda beberapa waktu disusul Waspodo, kemudian Surono dievakuasi sekitar pukul 12:37 WIB. Ketiga korban langsung dibawa mobil Ambulans menuju RSUD dilanjut serah terima ke keluarga.

Tim BPBD harus menggunakan peralatan selam, untuk mengevakuasi korban yang berada di kedalam tiga meter lebih. Upaya safety ini untuk menghindari bertambahnya korban lagi.

Kapolsek Kerek, AKP Mujito, menduga ketiga korban menghirup gas beracun yang ada di dalam tandon air. Dugaan sementara gas berasal dari diesel, yang digunakan untuk menyedot air.

"Ketiganya diduga menghirup gas beracun," pungkasnya. (Aim)

Dibaca : 5141x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>