Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Tanggul Kali Putat Ambrol

Editor: samian
Selasa, 22 Desember 2015
SuaraBanyuurip.com/Sampurno
AMBROL : Pembangunan drainase Kali Putat yang baru diselesaikan ambrol digerus air hujan.

SuaraBanyuurip.com -Ahmad Sampurno

Blora - Bangunan mirip tanggul drainase (saluran air) untuk normalisasi Kali (sungai) Putat di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ambrol. Lantaran tergerus air hujan. Sebagaimana diketahui, bangunan tersebut tidak lebih dari tiga bulan diselesaikan.

Terkesan proyek dikerjakan asal-asalan, sehingga membuat tanggul dengan tebal 10 cm tersebut ambrol. Normalisasi kali putat yang memakan anggaran Lebih dari Rp700 juta tersebut, berada memisah antara kelurahan Balun dan Kelurahan Cepu.

Basori, warga sekitar menuturkan, pekerjaan tersebut terkesan asal-asalan. Terbukti, belum lama bangunan diselesaikan, sudah ambrol diterjang air.

"Disinyalir proyeknya dikerjakan asal-asalan. Wajar jika baru sebentar saja selesai dikerjakan sudah ambrol," ujarnya.

Waluyo, mandor pekerja tanggul  mengatakan, dinding drainase tersebut sebenarnya tidak ambrol, namun sangat miring dan rawan ambrol. Sehingga, dia dan beberapa pekerja memutuskan untuk diambrolkan sekalian lalu diperbaiki.

“Ini karena disebabkan air hujan beberapa hari lalu,” ungkapnya selasa (22/12/2015).

Menurutnya, sebelumnya karena lama tidak hujan, bidang tanah pada drainase tersebut mengering. Saat hujan deras beberapa hari mengguyur kota Cepu, banyak limpahan air dari luar yang masuk ke dalam kali. Sehingga, bidang tanah yang menjadi tumpuan dinding ambles dan memicu dinding tersebut miring.

Dia menambahkan, tanggul sepanjang 15 meter pada lokasi rawan ambrol karena miring. Pihaknya mengaku sebelum dinding tersebut diambrolkan dan diperbaiki, lanjut dia, ketebalannya hanya 10 cm. Saat ini tanggul tersebut ditebalkan dengan ketebalan 12 cm agar lebih kuat.

“Kami juga memberinya balok ganthung agar tidak miring kedalam,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum wilayah Cepu, Wirastomo Wisnu, dinding drainase tersebut tidak roboh melainkan hanya miring lalu sekalian dirobohkan untuk diperbaiki. Miringnya dinding drainase tersebut, menurut dia disebabkan kurangnya rembesan air dan spesifikasi beton yang tidak benar.

“Kami perintahkan untuk dibongkar, dicor ulang serta dilengkapi balok stut,” tuturnya.

Terkait proses pengerjaan, menurutnya, sudah selesai beberapa bulan lalu. Hanya, dirinya menginstruksikan untuk memperbaiki lagi bagian yang rusak.

“Sudah selesai, tapi pada ruas tertentu kami minta dibongkar dan dikerjakan sesuai spek,” tuturnya. (Ams)

Dibaca : 247x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan