Kamis, 21 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Tanggul Parapet Kedungharjo Retak

Editor: samian
Senin, 14 Desember 2015
SuaraBanyuurip.com/Ali Imron
TANGGUL RETAK : Kades Kedungrejo, Siman Jaya melakukan pengecekan kondisi tanggul Parapet yang retak dan ambles tersebut.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Tanggul Parapet yang terletak di Dusun Tangar, Desa Kedungharjo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kondisinya retak dan ambles. Keretakan tersebut terjadi sejak hari Jumat (11/12/2015) malam sekira pukul 21:30 WIB.

Keretakan diketahui oleh warga setempat, kemudian melaporkannya ke Pemerintah Desa untuk dilakukan pengecekan langsung.

“Tanggul retak sepanjang delapan meter,” kata Kepala Desa Kedungharjo, Widang, Siman Jaya, kepada Suarabanyuurip.com, ketika menunjukkan titik keretakan tanggul Parapet, Senin (14/12/2015).

Pihaknya memperkirakan keretakan tanggul setinggi sekira tiga meter tersebut akibat pergantian musim kemarau ke penghujan. Panjangnya musim kemarau tahun 2015 menyebabkan struktur tanah kering, dan ketika hujan turun membuat tanggul retak.

“Setruktur tangga tanggul sudah ambles sedalam 30 centi meter,” imbuhnya.

Selain perubahan iklim, kondisi kontruksi tanggul yang berdiri sekitar tahun 2009 sampai 2010 kurang kuat. Terbukti retakan tanggul setinggi tiga meter tersebut terlihat sampai dasar pondasi.

Hasil survey Pemerintah Desa (Pemdes), keretakan tanggul cukup membahayakan bagi warga sekitar. Selain itu, kondisi badan tanggul hanya berjarak satu meter, atau dua langkah orang dewasa dari sungai.

“Harus segera diperbaiki sebelum air bah datang,” tandasnya.

Sejak mengetahui hal tersebut, pihaknya sudah melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dengan mengeirimkan foto beserta keterangan tanggul.

“Laporan sudah terkirim sejak hari Jumat kemarin,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, mengatakan, pasca mendapat laporan dari Pemdes dan Muspika Widang, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak BBWS Bengawan Solo.

“Mereka memiliki wewenang mengatakan tanggul parapet bahaya apa tidak,” jelasnya.

Pihaknya membenarkan insiden keretakan tanggul Parapet terjadi hari Jumat kemarin, dan membahayakan bagi warga yang bermukim di sekitar tanggul.

Hasil koordinasi sementara, pihak BBWS akan menerjunkan tim ke lapangan untuk mengkroscek kebenaran laporan dengan kondisi riil di lapangan.

“Rencananya hari ini tim menginventarisir data tanggul parapet,” pungkasnya. (Aim)

Dibaca : 613x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan