Senin, 18 Juni 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

PSDT Pentawira Demo di Tambang Batu Gamping

Tarik Ulur Harga Pedel Pentawira Rp155.000/rit

Editor: samian
Sabtu, 06 Januari 2018
Ali Imron
TARIK ULUR HARGA : Puluhan pendemo dari anggota PSDT Rengel sementara menerima harga pedel Pentawira sebesar Rp155.000/rit.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Gejolak Paguyuban Sopir Dump Truk (PSDT) Rengel dengan PT Pentawira Agraha Sakti Chemical Industri sedikit ada titip terang. Tarik ulur harga pedel di tambang Desa Menyunyur, Kecamatan Grabagan, sementara bertahan diharga Rp155.000/rit.

"Ini harga sementara sampai pimpinan Pentawira yang berada di luar negeri pulang ke Tuban," ujar Perwakilan PSDT Rengel, Darman, kepada suarabanyuurip.com, usai mediasi di loket pembayaran tambang Pentawira, Sabtu (6/1/2018).

Mewakili 80 lebih anggota PSDT, Darman, sudah berusaha semaksimal mungkin menyampaikan keluh kesah sopir pedel Pentawira. Setelah debat alot, akhirnya penurunan harga pedel yang naik dari Rp165.000/rit turun dua kali. Berturut-turut Rp5.000/ ritnya, menjadi Rp155.000.

Harga inipun hanya bersifat sementara, dan hasil finalnya diputuskan di pertemuan berikutnya. Pimpinan Pentawira yang akan memutuskan, dan menghitung apakah dengan biaya pedel sebesar itu seimbang dengan biaya operasionalnya.

Terpisah, Kabag Umum Pentawira, Muhammad Muntadzir, membenarkan kalau pimpinan sementara menghendaki harga sebesar itu. Rugi tidaknya saat ini masih dihitung manajemen.

Diantara hal yang memicu naiknya harga pedel, karena lesunya ekonomi lokal dan nasional. Ditambah, per 2018 banyak regulasi baru yang butuh anggaran besar dalam penyesuaiannya.

"Salah satunya pajak bumi bangunan yang dulu ditangan daerah sekarang ditarik pusat," jelas pria ramah ini.

Berbeda dengan Kepala Teknik Tambang Pentawira, Sunardi. Pria berkumis tebal ini justru mendukung anggota PSDT untuk menutup tambang batu gamping seluas 4,64 hektare ini.

"Silahkan kalau mau menutup," sergahnya.

Di sela-sela mediasi, Nardi, sapaan karibnya menyadari kalau penutupan tambang bukan solusi terbaik. PSDT pun juga demikian, memiliki keluarga yang saban hari menikmati rejeki dari tambang Pentawira.

Alasan PSDT menolak kenaikan harga pedel di awal 2018 ini, karena tiga bulan sebelumnya juga telah naik. Awalnya Rp110 ribu/rit, naik Rp135 ribu/rit, dan ketiga menjadi Rp150 ribu/rit.

"Kenaikan sepihak ini tak pernah dibicarakan dengan anggota PSDT," terang anggota PSDT lainnya, Adam.

Dipenghujung mediasi, Ketua PSDT bernama Suyitno menandatangani surat pernyataan bermaterai 6000. Isinya harga sementara pedel Rp155.000/rit, dan akan ditinjau ulang bersama direktur perusahaan terkait.

Sebagaimana diketahui, tambang batu gamping Pentawira memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Nomor: P2T/96/15.02/XII/2016. Izin ini berlaku sampai dengan 27 Desember 2020.

Di lahan seluas 4,64 hektare, ada dua mitra Pentawira yang mengelola batu gamping. Pertama PT Bumi Hara Energy atau lebih akrab disebut Kalimantan, dan kedua PT Sion.

Selain dipasarkan di Kabupaten Tuban, pedel asal Desa Menyunyur ini juga kerap diambil sopir Lamongam, dan Gresik. Sebagian besar juga diambil sopir yang tergabung dalam Paguyuban Sopir Dump truk Bojonegoro (PSDB), salah satunya untuk keperluan tanah urug proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur.(Aim)

 

Dibaca : 1317x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan