Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Temukan 10 Benda Sejarah Peninggalan Airlangga

Editor: nugroho
Senin, 16 Juni 2014
SuaraBanyuurip.com
CAGAR BUDAYA : Candi Slumpang di Desa Siser merupakan salah satu benda sejarah peninggalan masa Airlangga.

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan -  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispbudpar) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur terus menginventarisir keberadaan benda-benda cagar budaya yang ada di wilayahnya agar tidak rusak atau hilang. Sedikitnya ada 31 benda cagar budaya yang telah ditetapkan dengan surat keputusan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Mojokerto.

Dari 31 benda cagar budaya yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala BP3 Mojokerto itu sebagian besar berasal dari masa Airlangga. Kepastian itu sebagaimana ditetapkan dalam Surat  Keputusan Kepala BP3 Mojokerto Nomor:SP.202/1344/UPT/DKP/2008 dan Surat Penetapan Benda Cagar  Budaya Nomor :  008/Tap/BP-3 Jatim/2008, dari 31 benda cagar budaya tersebut, 10 diantaranya berhasil dikenali berasal dari era Airlanggga. Baik dari analisa gaya dan bentuk aksaranya (palaeografis) maupun secara morfologis atau bentuk prasasti tersebut.

ke sepuluh benda bersejarah peninggalan Airlangga itu diantaranya adalah struktur bangunan petirtaan dan dua buah lingga dan yoni di Desa Sukodadi, Kecamatan Sukodadi yang ditemukan pada 4 September 2012 lalu yang diperkirakan dari masa Airlangga (abad ke-11). Situs itu telah dua kali diekskavasi yakni pada awal Nopember 2012 dan dilanjutkan di Bulan Nopember pada tahun berikutnya.

Kemudian situs Candi Slumpang di Desa Siser, Kecamatan Laren yang ditemukan pada tahun 2010, yang juga diperkirakan dari masa Airlangga dan prasasti di Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang.

Saat ini penemuan benda budaya itu terus dikomunikasikan Disparbud dengan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Mojokerto. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lamongan, Eko Priyono melalui Kabag Humas dan Infokom Mohammad Zamroni menjelaskan, prasasti berbentuk akolade atau kurawal dengan garis tajam dari bahan batu kapur ini tulisannya menggunakan aksara dan bahasa Jawa Kuna di keempat sisinya. Di sisi depan terdapat 22 baris, sisi belakang telah aus, sementara di sisi kanan dan kiri terdapat 14 baris.

Lebih jauh Zamroni menerangkan, tulisan yang masih bisa dibaca menyebut dua nama. Yaitu Airlangga dan i hino sri sangramawijaya. Sementara prasasti memuat angka tahun 965 Saka atau 1043 Masehi.

“Secara garis besar, prasasti ini berisi tentang anugerah raja kepada penduduk Patakan atas jasa mereka. Di bagian bawah terdapat goresan garis mendatar sebagai penutup bagian akhir prasasti, “ ujar dia.

Sedangkan prasasti yang disebut Prasasti Sumbersari I di Desa Sumbersari Kecamatan Sambeng juga diperkirakan dari masa Airlangga. Prasasti berbentuk kurawal ini meski permukaannya telah aus dan berlubang, sisa aksaranya masih bisa dikenali berasal dari masa Airlangga. Di bagian bawah prasasti juga terdapat tonjolan berbentuk padma ganda atau bunga teratai merah.

Terkait pelestarian benda cagar budaya, Zamroni juga menyebutkan, Lamongan telah mengesahkan peraturan daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pelestarian Benda Cagar Budaya. Dengan adanya perda itu, kegiatan pelestarian dan pemeliharaan cagar budaya semakin memiliki landasan yang kuat.

“Di APBD tahun 2015 nanti juga sudah dianggarkan untuk kegiatan pelestarian dan pemeliharaan benda cagar budaya, “ kata dia menambahkan.

Budayawan Lamongan yang juga peneliti situs dan cagar alam di Lamongan, Supriyo mengatakan, selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan masih relatif lambat dalam menginventaris benda cagar budaya di Lamongan.

“Jika ada penemuan tidak segera ditindaklanjuti. Baru bertahun-tahun ditangani lagi, “ kata Supriyo yang juga Ketua Forum Cakrawala Warisan Budaya (Cakra) Budaya Jatim ini.

Selama ini dirinya sering melakukan penelitian sendiri tanpa mengharapkan pendanaan dari Pemkab. Salah satu situs hasil penemuannya adalah Candi Slumpang. (tok)

Dibaca : 1529x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan