Selasa, 21 Mei 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Temukan Cao Berbahan Boraks di Pasar Tradisional Bojonegoro

Editor: nugroho
Rabu, 15 Mei 2019
ririn wedia
SIDAK : Petugas menemukan mamin kadaluarsa di pasar tradisional Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Tim Gabungan Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, menemukan cao mengandung boraks di pasar tradisional sekitar pemboran migas saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Rabu (15/5/2019).

Tim gabungan terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan dan Satpol PP. Mereka menyisir pasar tradisional di Pasar Kalitidu dan Purwosari.

Cao mengandung boraks ditemukan tim gabungan di Pasar Desa Purwosari, wilayah operasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB). Petugas hanya memberi himbauan agar tidak menjual lagi barang tersebut.

"Kita hanya memberi himbauan, kalau cao yang mereka jual mengandung boraks. Selain dites, secara fisik kekenyalan cao memperlihatkan adanya bahan berbahaya," ujar Kepala Bidang Konsumsi dan Keanekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Bojongoro, Endang Susilowati.

Kepada petugas, pedagang mengaku tidak ikut memproduksi cao-bahan campuran minuman yang biasa disuguhkan saat berbuka puasa. Mereka mengambil dari seseorang. 

Selain itu, petugas juga menemukan tepung terigu yang sudah kadaluarsa. Meski tidak sampai melakukan penyitaan, namun para pedagang berjanji tidak akan menjualnya ke konsumen. 

Sementara saat sidak di Pasar Kalitidu, Kecamatan Kalitidu, petugas melakukan pemeriksaan kepada seluruh pedagang. Termasuk di distributor makanan dan minuman ringan.

Hasilnya petugas menemukan adanya makanan dan minuman yang tidak ada tanggal kadaluarsa, dan beberapa sudah kadaluarsa, bahkan roti yang dipenuhi jamur.

"Juga ada banyak kemasan yang tidak memiliki izin edar. Termasuk makanan ringan yang didatangkan dari China," ucap Endang.

Ditambahkan, sidak yang dilakukan ini dalam rangka pengawasan pangan pada bulan ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

"Ini sebagai upaya memerikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," pungkasnya.

Salah satu distributor makanan ringan, Nurul Hidayah (40), warga Kalitidu, mengaku tidak tahu menahu tentang tanggal kadaluarsa maupun izin edar yang dimaksud. Ia berjanji menyingkirkan semua makanan yang kadaluarsa.  

"Kalau tidak diperiksa dan diberitahu, saya ya tidak tahu kalau jual makanan itu ada aturannya," pungkas ibu dua anak ini.(rien)

Dibaca : 226x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan