Selasa, 16 Juli 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Temukan Makanan Mengandung Bahan Berbahaya di Cepu

Editor: nugroho
Rabu, 15 Mei 2019
SuaraBanyuurip.com
sidak pasar Cepu temukan PIRT Palsu

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Makanan mengandung pewarna tekstil (rodamin) maupun boraks kembali ditemukan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Pemkab Blora, Jawa Tengah, saat inspeksi mendadak (Sidak), Rabu (15/5/2019).

Kali ini, makanan dengan kandungan bahan berbahaya itu ditemukan di pasar Plasa dan Pasar Induk Cepu.

Dalam sidak tersebut, Satgas mengambil beberapa contoh makanan di Pasar Plasa Cepu untuk kemudian diuji. Hasilnya postif mengandung rodamin.

Namun demikian, ada produk lain yang sempat dicurigai,  setelah diuji ternyata tidak mengandung bahan berbahaya.

Sementara, saat sidak di Pasar Induk Cepu, Satgas juga menjumpai makanan berupa kerupuk yang mengandung rodamin. Petugas hanya memberi peringatan kepada pedagang dan menyarankan untuk mengembalikan barang tersebut.

"Jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama, bisa berakibat buruk bagi kesehatan," kata Kasi Farmasi Makanan Minuman dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Blora, Nanik di sela-sela sidak.

Di tengah perjalanan sidak, tim menjumpai makanan dalam kemasan plastik yang terpapar langsung oleh sinar matahari. Petugas pun langsung memanggil pemilik barang lalu memperingatkan. 

"Kalau dibiarkan seperti ini partikel plastik bisa menempel pada makanan. Sehingga bisa mengakibatkan penyakit," saran Nanik.

"Jangan sampai kami menjumpai lagi makanan dibiarkan kepanasab seperti ini," lanjutnya. Nanik.

Seketika itu, pemilik warung langsung diperingatkan untuk segera menata dagangan supaya tidak terpapar langsung sinar matahari.

"Iya nanti akan saya tata. Kalau menjelang lebaran memang biasanya seperti ini," ucap Nur, pemilik warung. 

Petugas terus melakukan penyisiran di sejumlah pertokoan dan menemukan pedagang yang sengaja menjual boraks. Itu sudah kali kedua ditemui.

"Tahun kemarin juga orang yang sama. Dan sekarang kami temukan lagi menjual boraks. Tadi kira-kira masih tiga kardus yang siap dijual," tutur Nanik.

Selain itu, tim yang terdiri dari pihak Kepolisian, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas UMKM, serta Satpol PP, itu juga mendapati Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) palsu pada sebuah produk dari wilayah Pati Jawa Tengah.

"Selain mengandung rodamin, PIRT-nya juga asal-asalan atau palsu. Kalau bisa ini kembalikan ke pemasok," pinta Nanik.

Menurut dia, PIRT palsu atau tidak dapat diketahui dari jumlah digit. PIRT asli terdiri 15 digit. Dua angka menunjukkan masa berlaku ijin. Angka depan menunjukkan kemasan. Lalu perbedaan antara kode angka, bungkus kaleng, plastik dan karton, berbeda. 

Untuk plastik diberi kode angka 2, kaleng kode 4, kaca atau beling kode 1, kardus kode 3 dan alumunium foil diberi kode 5.(ams)

 

Dibaca : 342x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan