Sabtu, 17 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Temukan Potensi Sekitar Tambang Tradisional Sumur Tua

Editor: samian
Minggu, 08 Juli 2018
Ririn Wedia
TEMUKAN POTENSI WISATA : Para pemuda yang tergabung dalam program After Mining Inovation Camp sedang survei sumur tua.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Adanya penambangan minyak tradisional yang dikenal dengan sebutan Sumur Tua di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi perhatian tersendiri bagi beberapa pemuda yang tergabung dalam program After Mining Inovation Camp.

After Mining Innovation Camp adalah sebuah program pelatihan holistik dan pengembangan kreativitas pemuda dalam menemukan serta mengembangkan potensi lokal non-tambang di daerah pertambangan.

Pesertanya berasal dari tiga kelompok, yakni zonasi satu adalah pemuda dari sekitar tambang, zonasi kedua adalah pemuda yang berasal dan berkarir di Bojonegoro serta zonasi tiga adalah pemuda asal Bojonegoro namun berkarir di luar kota.

"Dengan tiga kelompok yang berlatarbelakang berbeda inilah kami ingin mengkolaborasikan pemikiran untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan sesuai dengan kondisi di Wonocolo," terang tim After Mining, Afrodita Indayana, saat dihubungi Suarabanyuuripcom, Sabtu (7/7/2018).

Kegiatan yang sudah berjalan sejak Juni 2018 ini digelar dalam tiga kali perkemahan atau biasa disebut camp. Para peserta yang telah melalui seleksi ketat, akan mendapatkan berbagai materi yang berkenaan tentang wisata, lingkungan hingga pengelolaan bisnis.

"Melalui Inovation Camp, After Mining akan menggandeng Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk mengajak pemuda lokal  mengembangkan secara langsung desa wisata tambang tradisional," imbuhnya.

Pengembangan tersebut rencananya dilakukan dengan tajuk Geopetroleum Heritage di sumur tua Kedewan atau yang sekarang dikenal sebagai Teksas Wonocolo.

Salah satu peserta camp, Radinal, mengatakan, banyak ilmu baru yang diperoleh selama mengikuti camp pertama yang berlangsung pada bulan Juni lalu.

"Dalam After Mining banyak ilmu baru. Seperti model bisnis dengan metode kanvas yang bisa memetakan dan memecahkan masalah," kata pemuda yang juga salah satu anggota Bojonegoro Creative Network.

Selain itu, konsepnya adalah mengkolaborasikan antara community, government, media hingga akademisi sehingga banyak sekali pengalaman yang didapat.

Untuk diketahui, After Mining Innovation Camp 2018 dilaksanakan dalam beberapa rangkaian program di bulan Juni-Desember 2018, dengan tiga kamp utama pada tanggal 1-3 Juni 2018, 16-19 Agustus 2018 serta 22-23 September 2018.(rien) 

Dibaca : 662x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan