Sabtu, 26 Mei 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Terapi 669 Penderita Stroke Gratis

Editor: samian
Selasa, 23 Januari 2018
Ali Imron
TERAPI GRATIS : Penderita stroke sedang menjalani terapi di Puskesmas Pembantu Magersari, Kecamatan Plumpang.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Di tengah keterbatasan alat, paguyuban stroke yang difasilitasi Puskesmas Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mampu menerapi 669 penderita stroke secara gratis. Kegiatan sosial ini sudah berlangsung sejak 2014, dan berada di sekitar jalur pipa minyak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu menuju FSO Gagak Rimang Utara Kecamatan Palang.

"Stroke bisa disembuhkan," ujar Ketua Paguyuban Stroke asal Kecamatan Plumpang, Winarso, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Puskesmas pembantu Desa Magersari, Kecamatan Plumpang, Selasa (23/1/2018).

Pria yang terkena stroke sejak usia produktif itu, awalnya tak percaya sekarang bisa jalan dan beraktivitas normal. Sekalipun baru sembuh 80%, tapi Winarso mampu menginspirasi penderita lainnya untuk menuju kesembuhan.

"Harapan itu ada bagi penderita yang mau berusaha," jelas pria berkaos biru itu.

Dia bersyukur, berkat bantuan alat terapi milik Fisioterapi bernama Sulistiyo, banyak pasien yang  cepat sembuh. Diharapkan ada gayung bersambut dari Pemkab Tuban, supaya harapan sembuh pasien semakin tinggi.

Fisioterapis Puskesmas Plumpang, Sulistiyo Widodo, mengaku, masyarakat sekitar sangat merespon adanya peguyuban stroke. Penderita bahkan meminta hari khusus yang dikenal Setiap Sabtu Bersama Penderita Stroke (Satu Berkas). Program ini tidak hanya untuk pasien, tapi keluarganya juga dapat mengetahui kegiatan pencegahan stroke.

“Untuk bianya semuanya gratis,” sergah pria yang sebelumnya bertugas di RSUD Koesma Tuban selama 20 tahun itu.

Hal ini karena pasien sebelumnya sudah habis berobat dimana-mana. Berkat ketelatenan dan doa semua pihak, banyak pasien yang cocok terapi bersama paguyuban stroke.

“Kasihan kalau sudah habis tapi masih ditarik,” bebernya.

Selama 1,5 tahun, Sulistiyo sudah merasakan suka duka menangani pasien stroke. Mulai dari mau yang bunuh diri, lepas baju di jalan, bahkan ada yang tidur di gubuk pulangnya jam 3 pagi.

Setelah konsultasi dengan dokter, akhirnya pasien yang butuh penanganan khusus diizinkan terapi setiap hari. Para penderita senang karena bisa bertemu, dan berbagi pengalaman dengan penderita lainnya.

Seorang dokter stroke di Puskesmas Plumpang, Boedi Winoto, menambahkan, adanya paguyuban stroke karena banyaknya masyarakat Plumpang yang menderita penyakit tersebut. Banyak yang menganggap, terkena stroke menjadi akhir dari kehidupannya.

“Setelah paguyuban berdiri banyak penderita yang ikut terapi stroke,” sambungnya.

Setahun berjalan, paguyuban stroke terus bertambah anggotanya. Banyak pasien stroke yang semula tidak produktif, sekarang bisa normal dan diterima di masyarakat kembali.

Selain mengutamakan terapi, paguyuban juga menyediakan informasi bagi masyarakat umum mengenai stroke. Selain berpusat di Puskesmas Kecamatan Plumpang, terapi juga dilakukan di puskesmas pembantu Magersari.

“Upaya ini untuk mendekatkan pasien ke lokasi terapi,” terangnya.

Masyarakat perlu tahu, stroke sekarang bukan hanya menyerang orang tua. Remaja dan dewasa sekarang juga banyak mengidap penyakit stroke. Tanda-tandanya, wajah menjadi tidak simetris, lengan tidak mampu menmgangkat sisi lengan, bicara menjadi tidak jelas, dan jika mengalami hal tersebut harus segera dibawa ke rumah sakit.

Sedangkan untuk mengurangi resiko stroke, siapapun perlu mengetahui tekanan darahnya. Segera cari solusi jika mengalami atrial fibrilasi. Berhenti merokok, mengontrol diabetes, olehraga teratur, dan makan makanan rendah garam.

Plt Kadinkes Tuban, Endah, belum memegang data kesluruhan jumlah penderita stroke di Tuban sampai tahun 2017. Hal yang paling penting harus melakukan gerakan masyarakat hidup sehat.

“Jangan lupa makan buah dan sayur, olahraga, dan cek kesehatan rutin,” sergahnya.

Selain itu, Dinkes juga menggalakkan pos pembinaan terpadu (posbindu). Dimana peserta dicek mulai dari indeks masa tubuh, tensi darah, gula darah, kolesterol, asam urat, dan juga ada konselingnya.

"Semua itu untuk mencegah timbulnya Penyakit Tidak menular (PTM) termasuk stroke,” pungkasnya.(Aim)

Dibaca : 1060x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan