Jum'at, 22 Juni 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pengakuan Jukir Liar

Tiap Bulan Setor Rp39 Juta, Diberhentikan Sepihak

Editor: nugroho
Jum'at, 07 Februari 2014
ririn wedia
WADUL : Belasan Jukir liar mendatangi pendopo Malwopati untuk melaporkan pemberhentian sepihak dari Dishub Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Sebanyak 13 orang yang mengaku sebagai juru parkir (Jukir)  lepas mendatangi Pendapa Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum’at (8/2/2014). Mereka meminta kejelasan nasibnya yang diberhentikan dan persoalan penempatan petugas baru yang menggantikan tugasnya.

Salah satu perwakilan jukir, Eko Budiono, mengaku, selama ini sudah bekerja selama 8 bulan di bawah naungan Dinas Perhubungan Bojonegoro. Setiap harinya bersama 12 rekan lain bertugas di Pasar Kota, Jalan KH Hasyim Ashari, Jalan KH Mansyur, dan Jalan Trunojoyo.

“Kami setiap hari membayar setoran ke bendahara Dishub atas nama Kadir sebesar Rp100.000 atau 39 juta setiap bulannya,” kata Eko, mengungkapkan.

Namun dia menyangkan sikap Dishub melalui koordinator petugas parkir, Sudardi, yang mengeluarkan pemberhentian secara sepihak. Dengan alasan pengelolaan parkir  telah diambil alih oleh PT Catur Cahaya Citra Cemerlang.

Namun, Eko mengaku, pernah mendapatkan tawaran, jika masih ingin bekerja harus mendaftarkan diri ke PT Catur Cahaya Cemerlang dengan persyaratan membayar administrasi sebesar Rp1 Juta dan memberikan setoran parkir setiap harinya sebesar Rp300.000.

“Sebelumnya di bawah naungan Dishub ini kami tidak mendapatkan gaji, justru memberikan setoran setiap hari. Pendapatan ya dari pengendara motor dan mobil meskipun itu sifatnya sukarela,” katanya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dishub Bojonegoro, mencabut ijin PT Catur Cahaya Cemerlang, sebagai pengelola parkir dan menugaskan kembali tenaga honorer dan pembantu pelaksana ,serta memberikan solusi tentang kebijaksanaan setoran dari sisa kegiatan parkir agar berimbang dengan pendapatan.

Terpisah, Bupati Bojonegoro, Suyoto memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Iskandar untuk menyelesaikan permasalahan ini. Jangan sampai ada pungutan liar didalam instansinya.

“Saya akan meminta Dishub menyelesaikan masalah ini dengan segera agar jelas runtutannya,” ujar Suyoto.(rien)

 

Dibaca : 769x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan