Tim Naker Lokal Rencanakan Pelatihan Sertifikasi

Senin, 12 November 2012, Dibaca : 1797 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro –Tim tenaga kerja (Naker) lokal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dalam waktu dekat ini akan menggelar pelatihan sertifikasi bagi ratusan orang, khususnya warga disekitar lapangan migas yang ada di Bojonegoro. Mereka disiapkan agar memiliki skill (keahlihan) menjelang dan paska proyek konstruksi pengembangan sumur minyak Banyuurip selesai.

Ketua Tim Naker Lokal Bojonegoro, Iskandar mengatakan, untuk tahap pertama ada sekitar 100 orang yang akan dilatih sertifikasi. Rencananya, pelatihan sertifikasi itu akan dilakukan bekerja sama dengan Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu sebagai penyandang dananya. 

Baca Lainnya :

    "MCL sudah kita minta untuk memberikan pelatihan. Untuk tahun 2012 ini sudah ada sekitar 100 orang yang mengikuti pelatihan sesuai dengan keahlihannya masing-masing," kata pria yang juga Kepala Dinas tenaga kerja transmigrasi dan sosial (Disnakertransos) Bojonegoro itu kepada SuaraBanyuurip, Senin (12/11/2012).

    Hanya saja, Iskandar belum bisa memastikan kapan pelaksanaan pelatihan sertifikasi itu dimulai. Namun, menurut dia, pelatihan sertifikasi itu perlu segera dilaksanakan karena diperkirakan pada tahun 2015 mendatang proyek konstruksi Banyuurip sudah tidak banyak memerlukan tenaga kerja non skill (pekerja kasar). Karena, dimungkinkan proyek penunjang produksi puncak Banyuurip selesai dikerjakan.

    Baca Lainnya :

      ”Sehingga masyarakat perlu disiapkan dari sekarang. Agar nantinya setelah poyek ini selesai mereka sudah memiliki keahlihan yang dapat dimanfaatkan untuk proyek selanjutnya,” papar Iskandar.

      Rencananya, lanjut dia, pelatihan sertifikasi itu tidak hanya dilaksanakan pada tahun 2012 ini saja. Melainkan setiap tahun agar sewaktu-waktu MCL maupun perusahaan lain membutuhkan tenaga skill warga sudah siap. Jenis pelatihan yang diberikan diantara scaffolder, welder, forklip dan tenaga teknis lainnya.

      "Pelatihan ini bertujuan mencetak warga lokal bisa menjadi tenaga skill dan sekaligus mendapatkan sertifikat sesuai dengan bidangnya masing-masing,"ujarnya.

      Iskandar mengungkapkan, untuk saat ini tenaga kerja lokal non skill sudah banyak yang terserap di proyek Banyuurip melalui peran masing-masing pemerintah desa (Pemdes) disekitar tambang.

      "Kekurangan dan kelebihan Peraturan Daerah (Perda) 23/2011 Konten Lokal yang belum maksimal adalah terkait dengan tenaga kerja skill. Sehingga pelatihan itu perlu dilakukan agar bisa sesuai dengan kebutuhan kerja MCL maupun kontraktornya," tegas mantan Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Bojonegoro itu.

      Tim naker lokal yang dibentuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro itu terdiri dari Disnakertransos dan PT. Bojonegoro Bangun Saran (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro. Tim ini bertugas memfasilitasi operator migas dalam meningkatan sumber daya warga lokal Bojonegoro melalui pelatihan sertifikasi agar memiliki skill. (sam/suko)


      Ada 1 komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

      m.muhlas, Sabtu, 23 Februari 2013 16:20
      pak maaf sebelumnya, mau tanya, kira-kira kapan ya kepastian pelatihan sertifikasinya di laksanakan?

Show more