Sabtu, 24 Februari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Tim Utusan Jokowi Kumpulkan Fakta Patung Kong Co

Editor: samian
Jum'at, 11 Agustus 2017
Ali Imron
TERTUTUP : Utusan Jokowi mendengarkan pemaparan seputar patung Kong Co dari Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Santernya isu perobohan patung Kong Co Kwan Sing Tee Koen oleh sejumlah organisasi masyarakat di Surabaya, membuat Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) bertindak cepat dengan mengirimkan utusannya melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Selama tiga hari ke depan, tiga orang perwakilan tim Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenpolhukam) bakal mengumpulkan sejumlah fakta di lapangan.

"Kami baru sebatas penjajakan dan pengumpulan fakta terkait patung Kong Co," ujar Ketua Tim Kemenpolhukan, Yusran Yunus, kepada suarabanyuurip.com, usai rapat tertutup dengan Forkopimda Tuban di ruang kerja Wakil Bupati, Noor Nahar Hussein, Kamis (10/8/2017).

Setelah mendengar paparan langsung dari Wabup Noor Nahar, pria yang menjabat Kabid Deputi Bidang Koordinator Politik dalam Negeri itu menegaskan, tidak ada tindakan perobohan patung. Masyarakat diminta harus mengedepankan toleransi dan keberagaman.

"Persoalannya hanya soal Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang belum terbit jadi fokus itu saja," pintanya.

Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein, juga menimpali yang meminta patung setinggi 30,4 meter dirobohkan itu jelas bukan orang Tuban. Sampai detik ini, tak ada satupun warga Bumi Wali (sebutan lain Tuban) yang memprotes soal keberadaan patung.

Permintaan merobohkan patung sesembahan umat Konghucu oleh sejumlah ormas ini, jelas tidak mendidik dan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Tak salah jika pemerintah kabupaten memutuskan, untuk melindungi patung Kong Co yang diresmikan oleh ketua MPR RI, Zulkifli Hasan beberapa waktu lalu itu.

"Pilihan merobohkan hanya menjerat pemerintah pada isu SARA dan itu kami hindari," jelasnya.

Tindakan tegas pemerintah daerah setelah ini, bakal berunding dengan pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio (KSB). Saran yang akan ditawarkan adalah merenovasi patung.

Baik mengganti pedang dengan buku, ataupun membuat bangunan tinggi di sekitar patung supaya tidak nampak berdiri gagah di area publik. Solusi berikutnya, dengan mendirikan patung lain di sekitarnya. Melalui karya seni, akan lebih menarik wisatawan.

"Kenyataannya masyarakat lokal sangat toleran dan apa yang viral di media sosial berbanding terbalik dengan kondisi di Tuban," tegasnya.

Perlu diketahui, rapat tertutup utusan Jokowi dengan Forkopimda Tuban berlangsung sekitar 2 jam, dari pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. Usai rapat berakhir, tim Kemenpolhukam langsung bertolak ke TITD KSB untuk melihat langsung patung Kong Co dengan kondisi tertutup kain putih.

Sesuai jadwal Kunker, tim Kemenpolhukam berada di Tuban sampai hari Sabtu (12/8) mendatang. Hasil penggalian data mengenai keberadan patung, akan disampaikan ke Presiden Jokowi. (Aim)

 

Dibaca : 256x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan