Kamis, 13 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Industri Wisata

Editor: samian
Minggu, 07 Oktober 2018
Ist
DORONG WISATA BOJONEGORO : Caleg Wahyu Setiawan bersama perajin di wisata edukasi gerabah Malo.

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memiliki segudang potensi wisata dan budaya, yang berpeluang menyedot wisatawan dari dalam maupun luar daerah. Jika ragam destinasi wisata ini digarap secara maksimal dipastikan mampu menumbuhkan multiplier effect (efek berantai) bagi masyarakat.

Sebut saja wisata Api Abadi Khayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem; Teksas Wonocolo di Desa/Kecamatan Kedewan; Bukit Cinta Atas Angin di Desa Deling, Kecamatan Sekar, dan budaya Masyarakat Samin di Dusun Jipang, Desa Margomulyo yang dikenal dengan ajaran kejujuran dan kesederhanaan.

"Potensi wisata di sini sangat beragam, dan masing masing obyek destinasinya berbeda satu sama lain. Keunikan inilah yang jadi daya tarik wisatawan yang datang semakin meningkat," kata Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Partai Nasdem, Wahyu Setiawan kepada suarabanyuurip.com saat mengunjungi wisata edukasi Gerabah Malo, Minggu (7/10/2018).

Mulai meningkatnya peluang industri wisata di Bojonegoro, menurut Wahyu, sapaan akrabnya, dapat memberikan kesejahteraan masyarakat. Diantara beberapa kaitan usaha di bidang obyek wisata yang tumbuh dan bisa dikelola mulai tiket masuk, parkir atau peluang usaha membuka kuliner serta souvenir khas dari obyek wisata tersebut. 

"Sudah bisa dipastikan usaha-usaha itu akan tumbuh seiring meningkatnya kunjungan wisatawan," tegas Caleg nomor urut 4 dari daerah pemilihan IX (Bojonegoro dan Tuban) itu.

Untuk lebih menghidupkan industri pariwisata ini, jelas warga Desa/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro itu, perlu adanya daya dukung serta peran serta masyarakat dalam melihat peluang serta potensi.  
Selain itu juga perbaikan kondisi infrastruktur mulai akses jalan menuju lokasi serts sarana prasarana obyek wisata perlu dibenahi secara bertahap sambil menata kondisi serta master plant obyek wisata tanpa mengganggu kondisi asli obyek wisata.

"Tidak kalah pentingnya mempromosikan wisata untuk menarik wisatawan. Ini harus dilakukan secara bersama-sama dan sinergi," ucap pria yang selama ini getol mempromosikan wisata Bojonegoro itu.

Dengan begitu, tambah Wahyu, potensi wisata Bojonegoro ini berpeluang menjadi tambahan pendapatan masyarakat, dan juga dapat mengurang pengangguran dengan munculnya usaha-usaha baru. Apalagi selama ini kantong kemiskinan Bojonegoro berada di daerah pinggiran hutan yang memiliki potensi wisata.

"Tentunya harus diimbangi peran serta pemerintah sebagai pemangku kebijakan daerah yaitu Pemkab Bojonegoro dengan tujuan akhir mensejahterakan dan memberdayakan Masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, tahun 2018 ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, mengalokasikan anggaran Rp6 miliar dari APBD 2018 untuk pengembangan objek wisata di wilayahnya. Diantaranya Dander "Park", Waduk Pacal dan Kayangan Api. 

Di Dander "Park", akan dikembangkan mulai, wisata air langsung di sungai sepanjang 750 meter, juga menambah sangkar burung dengan ukuran besar, pembuatan jalan setapak, panggung terbuka, gazebo, pembenahan pesangrahan juga yang lainnya di areal seluas 2 hektare.

Sedangkan di  objek wisata Kayangan Api, selain pemeliharaan juga ada pekerjaan pembuatan pagar keliling di kawasan objek wisata seluas 4 hektare. Selama ini tiga objek wisata ini menjadi andalan Bojonegoro.

"Apalagi Kayangan Api sekarang masuk Geopark Nasional hamparan minyak bumi,"  pungkas Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Bojonegoro Suyanto, dikonfirmasi terpisah. (suko)

Dibaca : 642x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>