Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Catatan Pelatihan Manajemen LSM di Batu - Malang

Tingkatkan SDM hingga Bentuk "NGO Club" Blok Cepu

Editor: nugroho
Minggu, 13 Januari 2013
gito
PELATIHAN MANAJEMEN : Nara sumber dari Pacivis Universitas of Indonesia ketika memberikan materi kepada NGO wilayah Blok Cepu

PELATIHAN manajemen LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) wilayah Blok Cepu telah berakhir, Sabtu (12/1/2013). Selama satu minggu sebanyak 28 NGO mendapat gemblengan ilmu tentang tata cara pembuatan proposal dari Pacivis Universitas of Indonesia yang bekerja sama dengan Mobil Cepu Ltd (MCL), operator migas Blok Cepu.

Banyak pengetahuan yang didapat para LSM dalam pelatihan ini. Ternyata, tak semua lembaga sosial yang mengikuti pelatihan memiliki (belum) kemahiran membuat proposal. Sehingga tak mampu menembus founding (lembaga donor) yang dituju.

Kelemahan itulah yang menjadi salah satu sebab, kenapa banyak NGO lokal di daerah sekitar operasi MCL meradang. Mereka kalah bersaing dengan NGO nasional bahkan internasional. Bukan karena mereka tidak mampu, namun karena ada beberapa prosedur yang harus dilakukan NGO agar MCL mempercayakan pelaksanaan program corporate social responsibility (CSR) kepada LSM lokal Bojonegoro, Tuban dan Blora.

Tak hanya itu, sempitnya jaringan juga menjadi penyebab sejumlah LSM lokal ‘mati suri’ di tengah tuntutan kesejahteraan masyarakat sekitar Blok Cepu. Selaku operator, MCL pun sebenarnya juga telah membuka kran untuk sejumlah peluang kerja dan pemberian bantuan program bagi masyarakat sekitar.

Berawal dari kondisi tersebut MCL kemudian menggelar pelatihan manajemen LSM sekitar Blok Cepu dengan menggandeng Pacivis UI selama satu minggu di Hotel Kusuma Agrowisata Kota Batu – Malang Jawa Timur.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 28 LSM dan perwakilan dari Bakesbangpolinmas di tiga kabupaten yaitu Bojonegoro, Tuban dan Blora. Dengan pelatihan ini diharapkan para NGO lokal mampu memperbaiki manajemen lembaganya agar dapat berperan maksimal dalam melaksanakan program CSR di daerahnya secara profesional dan akuntable.

Selama satu minggu itulah, masa ‘pendadaran’ NGO lokal yang dimungkinkan memiliki peluang mendapatkan program dari MCL. Mereka banyak mendapat motivasi, ilmu manajemen LSM dan menambah jaringan sesama NGO lokal.

Bahkan dari arena pelatihan itulah peserta sepakat membentuk forum komunikasi NGO Blok Cepu. Tujuannya untuk mempererat hubungan antara LSM satu dengan lainnya, khususnya peserta pelatihan.
Mereka ingin mengimplementasikan hasil pelatihan untuk meningkatkan kapasitas lembaganya masing-masing dalam melaksanakan tugas mulai di daerahnya. Menurut penulis, NGO atau LSM adalah sosok Semar dalam tokoh pewayangan.

Dia memiliki amanah menegakkan keadilan dan selalu menjadi pamong bagi masyarakat yang tertindas. Ki lurah Semar juga sebagai pengawas turunnya wahyu dari Kayangan.
Semoga  peserta pelatihan mampu menerapkan ilmu yang didapat selama satu minggu di Batu - Malang. Jadilah Semar - Semar yang terus menyuarakan kebenaran dan menjadi selang (saluran) yang dengan sukarela berbuat, berkarya serta mengabdi kepada  masyarakat di daerahnya masing-masing. (Mugito Citrapati)

Dibaca : 1116x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan