Sabtu, 18 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

TKD Gayam Belum Ada Solusi Konkrit

Editor: nugroho
Selasa, 19 Mei 2015

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Penyelesaian tukar guling Tanah Kas Desa (TKD) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, seluas 13,2 hektar yang saat ini telah dipergunakan untuk kegiatan pengembangan Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, masih belum menemukan solusi konkrit. Padahal proses tukar guling itu telah memakan waktu sekira tiga tahun lebih.

Sekretaris Kabupaten (Sekab) Bojonegoro, Soehadi Moelyono, mengungkapkan, kesimpulan dari hasil rapat yang dilaksanakan Selasa (19/5/2015) tadi, adalah menunggu hasil musyawarah desa (musdes) lanjutan yang pernah digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam beberapa waktu lalu.

"Menunggu hasil kesepakatan musdes yang dulu," kata dia ditemui suarabanyuurip.com usai rapat diruang Batik Madrim Pemkab Bojonegoro siang tadi.

Soehadi meminta dalam penyelesaian tukar guling TKD harus dilakukan secara transparan. Menurutnya baik operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sudah berkomitmen untuk menyelesaikannya.

Kepala Divisi Pertimbangan Hukum dan Formalitas SKK-Migas, Didik Sasono Setiadi, mengatakan, saat ini upaya penyelesaian tukar guling TKD Gayam terus dilakukan. Dia menuturkan setiap pihak memiliki peran masing - masing.

"EMCL uangnya, kita dan pemerintah membantu penyelesaiannya," sambung Didik.

Mengenai hasil musdes yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, pihaknya enggan berspekulasi lebih jauh. Termasuk saat disinggung target penyelesaian tukar guling TKD Gayam. Didik beralasan proses tersebut juga masih melibatkan pemerintah Provinsi Jawa timur.

Lantas siapa yang paling bertanggungjawab atas berlarut - larutnya masalah ini? Menanggapi pertanyaan ini, Didik menyatakan bahwa persoalan ini merupakan tanggung jawab bersama. Karena koordinasi masih terus dilakukan.

"Ya itu tadi semua punya peran masing - masing," ucapnya normatif.

Data suarabanyuurip.com, ada enam poin hasil musdes yang disepakati Badan Permusyawaratan Desa (PBD) Gayam dengan sejumlah perangkat desa, tokoh masyarakat, dan Pemerintah Kecamatan Gayam. Yang pertama, sewa tiga tahun sebelumnya tidak diperpanjang. Di sepakati, sebagai ganti akan ajukan ruwislah (tukar menukar), paling lama satu tahun atau sampai tahun 31 Desember tahun 2014.

Kemudian, poin ke tiga, selama proses pencarian ganti rugi pemanfaatan lahan dihitung dengan sistem sewa dan mengalami kenaikan 10 persen sesuai kesepakatan, uang perpanjangan ditransfer di rek Kas Desa tetap diterima pihak desa, pelepasan hak TKD dengan proses gantinya, 1:1,5,  luas minimal ganti-rugi pemanfaatan lahan 10 Ha.(roz)

Dibaca : 810x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan