Rabu, 18 Juli 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

TKD Jalur Pipa Minyak Banyuurip Tak Boleh Sistem Sewa

Editor: samian
Senin, 16 April 2018

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Rencana pengadaan tanah untuk jalur pipa proyek Lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Banyuurip, Blok Cepu, di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, merupakan salah satu proses tukar guling tanah kas desa (TKD) yang saat ini sedang dijalankan. Selama ini TKD yang terlintasi pipa minyak Banyuurip masih dengan sistem sewa.

Kepala Bagian Pemerintah Desa, Biro Administrasi dan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Moch Wahyudi menyampaikan, selama ini penanaman pipa oleh operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) masih menggunakan sistem sewa.

"Sekarang sistem sewa tidak diperbolehkan," kata Moch Wahyudi, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (16/4/2018).

Menurutnya, didalam proses tukar guling TKD pada awalnya harus ada penetapan lokasi terlebih dahulu. Setelah terbit, baru dilakukan tukar guling sesuai tahapan termasuk pengadaan tanah untuk lahan pengganti.

"Lahan pengganti wajib disiapkan desa nantinya," tegasnya.

Untuk diketahui, EMCL membangun jaringan pipa darat 20 inci sepanjang 72 Kilo meter (KM) mulai tapak sumur Banyuurip di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro hingga bibir pantai Palang Tuban, dan 23 KM pipa di bawah laut menuju Floating and Storage  Offloading (FSO) Gagak Rimang. Pipa itu untuk mengalirkan minyak mentah yang diproduksi dari Banyuurip.

"Jadi bukan membangun pipa baru, tapi menukar guling TKD yang selama ini menggunakan sistem sewa," pungkasnya.(rien)

Dibaca : 299x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan