Selasa, 23 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

TKD Temandang Tetap Disewakan untuk Belt Conveyor SI

Editor: samian
Kamis, 17 Mei 2018
Ali Imron
MEDIASI : Komisi A DPRD Tuban memediasi persoalan TKD Temandang.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Hasil pertemuan antara Komisi A DPRD Tuban, Jawa Timur, Semen Indonesia (SI), Pemerintah Desa (Pemdes), dan warga Desa Temandang, Kecamatan Merakurak hari Rabu (16/5/2018) telah mengerucut pada satu kesepakatan. Tanah Kas Desa (TKD) seluas 18 hektar, akan tetap disewakan kepada SI untuk Belt Conveyor.

"Setelah ini kami akan bahas dalam Musyawarah Desa (Musdes)," ujar Kepala Desa (Kades) Temandang, Tinik, kepada suarabanyuurip.com, di ruang paripurna DPRD Tuban.

Kades humanis ini menyampaikan, jika hari ini sebenarnya dijadwalkan Musdes. Dikarenakan ada undangan dari Komisi A, akhirnya Musdes ditunda. Sebagaimana hasil forum, nantinya semua keputusan berakhir di Musdes.

Apabila masyarakat Temandang tetap menginginkan TKD disewa kenapa tidak, karena dari awal Pemdes juga sepakat untuk tidak ditukar guling. Belakangan ini, dia merasa ada miskomunikasi kemudian prasangka ada bergaining/tawar menawar antara Pemdes dan SI.

"Bergaining inilah yang memicu gejolak," terang Tinik.

Sejak awal, Pemdes Temandang sebenarnya ingin sewa menyewa dan meniadakan tukar guling. Ketika ada pendapat lain dari warga, otomatis Pemdes tidak bisa memaksakan kehendak.

Dia bersyukur, kesalahpahaman selama ini sudah clear. Nantinya saat Musdes seluruh elemen desa dan masyarakat akan diundang sesuai substansinya. Mulai RT/RW, tokoh adat, agama, dan masyarakat, PKK, dan karang taruna dengan jumlah total 100 orang.

Ketua Karang Taruna Temandang, Antok, bersyukur persoalan TKD ada titik terang. Sebagaimana yang disampaikan Komisi A, berbicara TKD harus menggunakan regulasi.

Pada prinsipnya, masyarakat Desa Temandang menginginkan TKD belasan hektar harus tetap disewa oleh perusahaan semen plat merah yang beroperasi di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek.

"Sewa lebih menyejahterakan masyarakat dibandingkan tukar guling," sergahnya.

Ketua Komisi A DPRD Tuban, Agung Supriyanto, menegaskan, jika semua elemen yang hadir pada pertemuan hari ini sudah menyamakan persepsi. Diantaranya berita acara yang menjadikan komitmen dan memicu gejolak sekarang bisa disatukan.

Kedepan, semua unsur Pemdes telah sepakat tukar guling bukan menjadi pilihan. Sekalipun tukar guling tidak keliru, namun Pemdes dan warga sepakat TKD tersebut tetap disewa.

"Mulai 2018 biar Pemdes dan SI yang menentukan nilai kepantasan besaran sewanya," tegas Agung.

Permintaan dari Komisi A, Pemdes Temandang harus segera melakukan Musdes. Ketika Musdes mengamanatkan TKD disewa, maka keputusan itu menjadi regulasi pijakan kedepannya. Agung tak ingin mengintervensi antara Pemdes dengan SI, soal besaran nilai kepantasan sewa TKD 18 hektar.

Dihadapan semua stakeholder, perwakikan SI mengaku, baru mengusulkan TKD untuk ditukar guling. Kendati demikian, keputusan tertinggi tetap ada pada Musdes.

Sekalipun Musdes belum terlaksana, tapi Agung melihat jika hasilnya tetap disewakan. Keputusan tersebut lebih strategis, untuk menyejahterakan masyarakat sekitar.

Sebelumnya, Bina Lingkungan (Binling) SI, Siswanto, mengaku baru sebatas koordinasi dengan Pemdes Temandang soal tukar guling. Sampai sekarang TKD tersebut masih disewa oleh perusahaan semen BUMN.

"Baru sebatas koordinasi," tandasnya.

Sebatas diketahui, sebelum pertemuan ini berlangsung, warga Temandang telah melakukan aksi doa bersama di makam desa sekitar Belt Conveyor. Sekaligus memasang banner penolakan tukar guling TKD. (Aim)

Dibaca : 1125x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan