Kamis, 18 Januari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Transportasi Kota Mati Suri, Bajaj Wisata Jadi Solusi

Editor: nugroho
Selasa, 09 Januari 2018
Ali Imron
SOLUSI : Bajaj wisata dan industri yang ditawarkan Pemkab Tuban untuk melayani transportasi di wilayah perkotaan.

SuaraBanyuurip.com Ali Imron

Tuban- Dinas Perhubungan Tuban, Jawa Timur, menawarkan bajaj wisata dan industri untuk menjawab kondisi dunia transportasi di wilayah perkotaan yang bertahun-tahun kondisinya hampir mati suri. 

Angkutan lingkungan ini dijamin tidak akan mengganggu angkutan kota atau sejenisnya seperti becak, justru akan saling mendukung dan lebih menggairahkan roda perekonomian.

"Bajaj ini akan berada pada jalur tertentu dan beroperasi sampai malam hari", ujar Kepala Dishub Tuban, Muji slamet, kepada suarabanyuurip.com, di halaman kantor dinas Wabup Tuban, Selasa (9/1/2018).

Latar belakang munculnya bajaj ini karena jumlah angkutan kota yang terus menurun dan kondisi kendaraan yang semakin jauh dari kelayakan jalan. Terlebih lagi, tidak adanya angkutan kota yang beroperasi pada malam hari. 

Kendaraan bermotor roda tiga bermesin 4 tak ini memang belum bisa menjawab sepenuhnya terhadap kurangnya sarana transportasi umum di Tuban perkotaan. 

"Namun setidaknya bisa menjadi salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan masyarakat umum," ucap Muji Slamet.

Hadirnya angkutan lingkungan ini, Dishub  bisa melibatkan warga untuk ikut andil memiliki angkutan tersebut. Ketentuannya di bawah kendali operator Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tuban, PT Ronggolawe Sukses Mandiri. 

Keterlibatan BUMD karena posisinya sebagai perusahaan swasta yang memiliki banyak fleksibilitas. Melalui swasta, diharapkan dapat dikelola secara professional baik dari segi profit maupun benefitnya.

"PT Ronggolawe hanya akan berperan sebagai operator pengelolaan bukan sebagai pemilik tunggal," tegas mantan Camat Soko itu.

Secara berangsur kepemilikan angkutan lingkungan ini akan dibuka untuk umum. Artinya, warga Tuban punya hak yang sama untuk ikut memiliki angkutan lingkungan ini dengan dikordinir langsung oleh BUMD. 

Sebelum meluncurkan moda transportasi bajaj wisata dan industri, Pemerintah Kabupaten Tuban bakal mengkaji dahulu dampak sosial ekonominya. Kendaraan plat kuning ini diharapkan tidak mengganggu transportasi lain lain yang sudah ada di Bumi Wali (sebutan lain Tuban).

"Nanti akan dipelajari Dinas Perhubungan (Dishub)," sambung Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein.

Pria kelahiran Kecamatan Rengel ini, tak ingin bajaj yang dijalankan oleh BUMD Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM) menimbulkan gejolak di masyarakat. Banyak hak yang perlu diperbaiki, mulai pintu, hingga luasan bagasi.
Soal harga, sementara di kisaran Rp60-70 juta per unit. Dealnya masih dipelajari, dan disesuaikan lagi dengan kebutuhan masyarakat. 

"Transportasi ini menjadi jawaban masa depan dan perlahan menggantikan moda transportasi tenaga manusia," pungkasnya. (aim)

Dibaca : 3678x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan