Selasa, 11 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Triwulan Sekali, Dinkes Cek Air Sekitar Industri

Editor: samian
Sabtu, 02 April 2016
Ali Imron
AMBIL SAMPEL AIR : Petugas Dinkes Tuban membakar mulut botol sampel air untuk menjaga air tetap steril.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Secara rutin petugas Puskesmas Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengecek air bersih di sekitar industri wilayah setempat. Sampel air tersebut diambil setiap triwulan sekali, kemudian diuji di Laboratorium Kesehatan (Labkes), Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban.

"Uji lab untuk mengetahui air konsumsi warga mengandung bakteri Escherichia Coli (E.Coli) atau tidak," kata petugas Puskesmas Kerek, Ike Mairina, ketika dikonfirmasi Suarabanyuurip.com, saat mengambil air di Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Tuban, Sabtu (2/4/2016).

Tingginya resiko kesehatan di sekitar industri pertambangan, menjadikan masyarakat Kerek harus waspada terhadap air yang dikonsumsinya. Sebab, Keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002, menyebut air minum tidak boleh sama sekali mengandung bakteri penyakit (patogen).

Serta tidak boleh mengandung bakteri golongan Coli melebihi batas 0 Coli/100 mili liter (ML) air. Tetapi dari 10 Desa wilayahnya, pernah ada desa yang memiliki air dengan kadar E. Coli melebihi batas toleransi.

Seketika itu petugas puskesmas langsung melakukan desinfeksi (pengolahan air), melalui pemberian kaporit di tandon air warga.

"Sampai hari ini air Desa Karanglo steril mengandung E.Coli nol," imbuhnya.

Sebab Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) desa sangat baik kualitasnya, bahkan pernah berprestasi sebagai HIPPAM terbaik tingkat Jatim.

Beberapa desa yang sumber airnya diperiksa Puskesmas Kerek, diantaranya, Desa Karanglo, Desa Margorejo, Desa Jarorejo, Desa Temayang, Desa Sumberarum, Desa Padasan, Desa Karanglo, Desa Tengger Wetan, Desa Sidonganti, dan Desa Hargoretno.

Sedangkan 7 desa lain di kecamatan setempat, kandungan air bersihnya dipantau oleh Puskesmas Desa Gaji.

Sementara, Kepala Desa Karanglo, Sunandar, membenarkan pengecekan air dilakukan setiap 3 bulan (Triwulan) sekali. Biasanya petugas mengambil sampel air dari beberapa sumber.

"Selama ini laporan dari puskesmas kualitas air Karanglo baik," sambungnya.

Soal keterkaitan tingginya angka kematian warganya dalam dua bulan ini, pihaknya tidak menyebut air faktor penyebabnya. Sebab, 61 warganya meninggal akibat terkena penyakit paru-paru, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), infeksi luka, stroke, bahkan kecelakaan dalam berkendara.

Usianya warga meninggal antara 40 sampai 60 tahun. Rinciannya sekira 60 persen akibat sakit paru-paru, 20 persen stroke, dan sisanya sudah lanjut usia. (Aim)

Dibaca : 763x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>