Kamis, 18 Januari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Tuban Deklarasikan Pendidikan Inklusif

Editor: nugroho
Selasa, 19 Desember 2017
Ali Imron
DEKLARASI : Sekda Tuban bubuhkan tanda tangan dukungan Kabupaten Tuban Inklusif

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Dipenghujung tahun 2017, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendeklarasikan diri sebagai kabupaten inklusif. Pendidikan tersebut demi masa depan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), dan disabilitas lebih baik.

"Pendidikan inklusif harus didukung dan dilaksanakan dengan baik dan benar," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana di gedung Graha Sandiya kepada suarabanyuurip.com, Selasa (19/12/2017).

Semua anak di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Disamping itu,  masyarakat dan dunia pendidikan tidak boleh melakukan diskriminasi.

Dalam kesempatan itu juga digelar sosialisasi terkait pendidikan inklusif yang diikuti sekitar 700 peserta dari guru, kepala Sekolah, dan Unit Pelaksana teknis Daerah (UPTD) Pendidikan dan pengawas pendidikan se Kabupaten Tuban sedta undangan lainnya.

Sosialisasi mendatangkan narasumber DR Ahsan Romadlon Junaidi M.pd Kasi Kurikulum Pendidikan Khusus (PK) - Pelayanan Khusus (PLK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. DR Wagino dosen di Unesa Surabaya yang merupakan pendamping sosialisasi pendidikan inklusif dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

‘’Data penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus (ABK) di Jawa Timur berjumlah 53.344 orang,’’ sambung Junaidi.

Dari jumlah tersebut, 55,3 persen tidak sekolah, 36,2 persen ABK di sekolah luar biasa (SLB), dan 8,5 persen ABK di sekolah sekolah inklusif. Artinya, masih banyak ABK yang belum menerima haknya untuk bisa sekolah di sekolah umum.

‘’Ini yang harus kita perjuangkan, karena ABK punya hak yang sama,’’ pintanya. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Tuban, Nur khamid, menjelaskan pendidikan inklusif di Kabupaten Tuban sudah dimulai pada tahun 2012. Waktu itu ditandai dengan terbitnya perbup, tapi pelaksanaannya belum maksimal dan belum semua sekolah siap. 

‘’Kalau sekarang harus siap," sergah pria yang jug melatih gulat Tuban. 

Setelah deklarasi ini, pendidikan inklusif harus benar-bener dilaksanakan. Nur Khamid menegaskan, tidak boleh ada lagi sekolah yang menolak ABK.

Pendidikan inklusif merupakan pendidikan bagi anak yang mempunyai kebutuhan khusus. Tujuannya agar ABK mempunyai hak yang sama, dan tidak dibeda-bedakan yang satu dengan yang lainya.

Dalam pendidikan tidak boleh membeda-bedakan yang kurang beruntung dan yang lebih beruntung. Maksudnya dalam hal pendidikan harus disamakan yang berkebutuhan khusus dengan yang sempurna.

'’Kita mohon kepada semua Kepala Sekolah bisa menerima program ini dengan ikhlas,’’ pungkasnya. (aim)

Dibaca : 280x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan