Jum'at, 21 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Tuban Miliki Potensi Gempa Bumi 4,2 SR

Editor: samian
Minggu, 14 Januari 2018
Ali Imron
Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Selain kerap dilanda bencana Hidrometeorologi, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang bakal menjadi lokasi Kilang NGRR patungan Pertamina-Rosneft Rusia ternyata memiliki potensi Gempa Bumi maksimal 4,2 Skala Richter (SR).

Analisa ahli gempa dari ITS, gempa yang timbul dari gesekan lempengan bumi dipicu Sesar Kendeng dan Sesar Rembang.

"Gempa bumi ini potensi rawan bencana yang susah diprediksi," ujar Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, kepada suarabanyuurip.com, di kantornya Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Tuban, Sabtu (13/1/2018).

Joko menegaskan, jenis gempa di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) tidak merusak. Analisa tersebut dikuatkan dengan tidak adanya tektonik dan gunung di Tuban. Diharapkan potensi bencana kesepuluh tersebut tidak begitu berdampak.

Untuk prediksi dampak gempa jangka panjang, BPBD belum mengetahuinya. Pada umumnya kronolis gempa dimulai ada kejadian, laporan dilanjut penindakan. Ternyata untuk gempa di Tuban munculnya mendadak.

"Saya juga kaget kenapa tiba-tiba gempa muncul," imbuh pria humanis itu.

Potensi gempa pertama muncul di Kecamatan Montong. Fenomena alam tersebut sekarang masih menjadi kajian BMKG pusat.

Secepatnya Joko bakal memasukan potensi bencana baru dalam Peraturan Daerah (Perda). Regulasi ini akan menjadi dasar BPBD menolong masyarakat, dan pengelolaan anggarannya.

Untuk titik gempa pertama terjadi episentrum di Kecamatan Montong. Kajian dari Badan Vulkanologi melihatnya per kabupaten. Padahal pusatnya di Montong, tapi karena Bojonegoro dekat juga berdampak.

"Setelah di Montong potensi gempa geser di Palang," terang mantan Camat Grabagan itu.

Catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi terakhir di Kabupaten Tuban terjadi pada hari Kamis (21/9/2017). Itu pun dampak dari gempa berkekuatan 5,2 SR yang mengguncang utara Pulau Madura.

Sekalipun ada catatan getaran magnitudo sampai di Tuban, tapi tidak ada masyarakat yang merasakannya. Diharapkan masyarakat tetap tenang, dan tidak terprovokasi dengan berita yang membuat panik.

Sebagai wilayah penting dalam bisnis hulu dan hilir Migas, pada tanggal 23 Juli 2017 lalu Tuban juga diguncang gempa tektonik dua kali. Fenomena ini dampak dari Lindu bermagnitudo 4,2 disusul bermagnitudo 3,2 selang 15 menit kemudian, yang mengguncang daerah Paciran, Kabupaten Lamongan.

Hasil kajian BMKG 2017, ada tambahan 160 titik gempa di seluruh wilayah Indonesia. Khusus di Kabupaten Tuban, gempa dipengaruhi Sesar Kendeng yang berada di pegunungan kapur utara. Sedangkan Sesar Rembang berada di sepanjang perairan Jatim.(Aim)

Dibaca : 2695x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan