Tuban Terlahir Dari Jiwa Kepahlawanan

Senin, 12 November 2012, Dibaca : 1592 x Editor : nugroho

Edy Purnomo
LAMBANG TUBAN : Petugas upacara saat membawa lambang Tuban dalam peringatan Hari Jadi Tuban ke 719.


Sejarah tak pernah mengelak tentang Tuban yang sarat nilai heroisme. Kota tua ini terlahir dari jiwa kepahlawanan.    

DALAM perjalanan sejarahnya Tuban terlahir dengan heroisitas, dan darah kepahlawanan yang tinggi. Kerasnya alam yang dipadu hamparan pantai menjadikan kawasan ini keras. Buntutnya warga di Bumi Ranggalawe ini mempunyai etos kerja yang tinggi.

"Tuban mempunyai sejarah dengan darah kepahlawanannya, dan jiwa kepahlawanan ini menjadikan warganya mempunyai etos kerja tinggi," ungkap Bupati Tuban, Fathul Huda, dalam sambutannya di upacara Peringatan Hari Jadi Tuban Ke 719, Senin (12/11/2012).

Baca Lainnya :

    Nilai kebenaran, menurut catatan sejarah awal berdirinya kerajaan Majapahit, Adipati Ranggalawe merupakan tokoh penting. Bahkan, Ranggalawe pula yang sejak awal ingin menegakkan kebenaran di atas segala-galanya. Sekalipun harus ditebus dengan tetesan darah tokoh sentra Tuban tersebut.   

    Bermula dari nilai heroisme dalam menegakkan kebenaran itu pula, sang Ranggalawe rela disebut sebagai pemberontak oleh beberapa tokoh Majapahit. Bahkan, karibnya semasa mendirikan kerajaan Majapahit yang kemudian menjadi raja pertama, Raden Wijaya, menjatuhkan hukuman atas sikap tegasnya terkait kebenaran tersebut.  

    Baca Lainnya :

      "Ranggalawe mempunyai darah kepahlawanan yang kental, dan itu yang patut kita jadikan teladan," tambah Fathul Huda.

      Sedangkan untuk etos kerja masyarakat Tuban sebenarnya sudah memiliki karakter ini sejak dulu. Terbukti dengan adanya pelabuhan laut yang sudah ada sebelum kerajaan Majapahit berdiri. Sehingga saat itu Tuban menjadi kota kecil dengan perputaran ekonomi yang cepat. Karena adanya pelabuhan yang didatangi pedagang dari berbagai belahan dunia.

      Untuk itu, dalam upacara peringatan Hari Jadi Tuban ke 719 ini dia mengajak kepada seluruh peserta yang hadir untuk mengenang kembali sejarah Tuban. Sehingga bisa dijadikan pelajaran untuk memajukan Tuban ke depan.

      "Untuk itu, semua pihak harus terkait sehingga bisa menjadikan energi positif agar Tuban lebih maju," papar tokoh NU yang menjabat bupati menggantikan Haeny Relawati ini.

      Diketahui, Peringatan Hari Jadi Tuban ke 719 dibarengi dengan serangkaian acara. Setelah tadi malam diadakan dengan tirakatan bersama di pendapa lama di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Tuban, Jatim. Setelah hari  ini juga akan dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit, pameran dagang dan industri, resepsi hari jadi Tuban, dan beberapa rangkaian kegiatan lain. (edy purnomo)


       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more