Senin, 28 Mei 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Polemik TITD KSB Tuban

Tuding P4 KSB Sengaja Perkeruh Konflik

Editor: nugroho
Rabu, 06 April 2016
ali imron
SEPI : Jumlah pengunjung TITD KSB Tuban semakin sepi karena didominasi wisatawan lokal.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Forum penyelamat umat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Shing Bio (KSB) dan Tjoe Ling Kiong (TLK), Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menuding Panitia Pemilihan Pengurus dan Penilik (P4) KSB sengaja memperkeruh konflik.

Sebab, penjelasan dari anggota P4 tidak sesuai dengan isi surat yang dikirimkan forum penyelamat KSB tanggal 31 Maret 2016 lalu.

“Anggota P4 tidak berani menjelaskan alasan tidak dilantiknya pengurus terpilih,” kata Go Tjong Ping, ketika dikonfirmasi Suarabanyuurip.com, melalui teleponnya, Rabu (6/4/2016).

Isi surat yang ditujukan kepada anggota P4 KSB tersebut berisi, pertama, permintaan supaya ada pelantikan 15 pengurus dan 5 penilik yang sah dan definitif. Sehingga keberadaan KSB TITD dan TLK lebih kuat, adanya kepengurusan baru periode 2013-2016.

Kedua, anggota P4 diminta menyelesaikan tugas pokok dan fungsinya. Sebab, sampai detik ini kewajiban melantik pengurus dan penilik terpilih belum juga dilakukan.

Ketiga, apabila anggota P4 masih bersikukuh dengan argumennya, terpaksa forum penyelamat umat mengambil alih kewenangan pelantikan pengurus baru KSB.

“Tetapi jawaban dari anggota P4 atas tiga point tersebut malah tidak jelas,” imbuhnya.

Tercatat, surat balasan dari anggota P4 KSB menyebut, mekanisme P4 terilih harus sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD&ART) KSB dan TLK, supaya keabsahannya berdampak positif terhadap TITD.

Kemudian, anggota P4 menilai pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya belum beres, sehingga serah terima jabatan kepengurusan KSB baru terlambat. Serupa kasus hilangnya emas pada kepengurusan 2009-2012, sampai kini emas tersebut belum dikembalikan.

Terakhir, anggota P4 meminta ketua forum penyelamat umat KSB memahami AD/ART, sebab tidak ada kelalaian dalam proses pelantikan pengurus, serta forum penyelamat umat harus menghentikan tudingan yang tidak ada bukti nyata.

“Balasan tersebut hanya bahasa poilitis bukan solutif,” ungkapnya.

Menindaklanjuti hilangnya emas, panitia pemilihan malah melaporkan salah satu calon ketua terpilih Tan Ay Kwok, ke Polres Tuban, dengan tuduhan mengelapkan kalung emas kelenteng seberat 51,3 gram. Padahal kehilangan tersebut telah diganti sebelum pendaftaran calon pengurus, dan telah dinyatakan lolos.

“Kalau dinominalkan senilai Rp 17,5 juta,” bebernya.

Kondisi tersebut dijadikan anggota P4 menunda pelantikan pengurus dan penilik periode 2013-2016 lantaran ada yang terjerat hukum. Sehingga pelantikan dilaksanakan menunggu sampai proses hukum selesai.

“Alasan ini jelas tidak masuk akal,” pungkasnya.

 

Diketahui, surat balasan dari anggota P4 tersebut, ditandangani oleh ketua P4, Agoes Setiono, Sekretaris P4, Noer Iskandar, dan bubuhan tanda tangan 15 anggota P4, serta ditembuskan kepada Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif Tuban.(aim)

Dibaca : 424x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Rabu, 06 April 2016 13:01
Kiy troz solusi.x gimana dalam klenteng ada 3 agama. dan konflik seperti ini tentu akan membuat pudar iman seseorang
arif
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan