Minggu, 26 Mei 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Unjuk Rasa Jadi Ancaman Utama Proyek Jambaran-Tiung Biru

Editor: nugroho
Kamis, 14 Maret 2019
ririn wedia
Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli menyampaikan unjuk rasa masih gangguan utama proyek Jambaran-Tiung Biru.

SuaraBanyuurip.com -  Ririn Wedia

Bojonegoro - Kepolisian Resor Bojonegoro, Jawa Timur, memetakan gangguan keamanan proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Salah satunya adalah unjuk rasa menuntut pekerjaan dan peluang usaha.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli menjelaskan unjuk rasa masih menjadi gangguan utama keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kegiatan industri migas.

"Itu yang sering terjadi," ucap kapolres kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (14/3/2019).

Menurut dia yang jadi perhatian Polres Bojonegoro sekarang ini adalah pelaksanaan proyek rekasaya, pengadaan, dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procurement, and Construction-Gas Processing Facilities (EPC- GPF) Jambaran Tiung Biru (JTB).

Proyek tersebut dikerjakan Konsorsium PT Rekayasa Industri-Japan Gas Corporation Indonesia-Japan Gas Corporation (RJJ), kontraktor Pertamina EP Cepu.

"Yang sudah terjadi ya unjuk rasa itu," tegasnya.

Setiap gangguan yang mengancam proyek starategis nasional (PSN) ditangani dengan cepat. Mulai dari melakukan deteksi dan penyelesaian konflik kecil agar tidak mengembang dan berdampak lebih besar (Guantibmas).

"Ini salah satu upaya kita agar proyek migas bisa berjalan dengan aman dan lancar," tandasnya. 

Peran serta stakholder, TNI dan Polri dalam menjaga keamanan diperlukan untuk membantu kelancaran dan kesukseskan proyek Jambaran-Tiung Biru.

Sebab masih ada pihak-pihak yang melakukan aksi unjuk rasa serta konflik internal karyawan.

"Dengan kerja sama dan sinergi yang baik semua dapat diatasi," pungkasnya. 

Sesuai catatan suarabanyuurip, telah beberapa kali teradi demonstrasi di proyek Jambaran-Tiung Biru. Yakni demo yang dimotori Lembaga Swadaya Masyarakat Sekitar Tambang Peduli Minyak (LSM-STPM) pada Selasa 17 Oktober 2017.

Kemudian unjuk rasa warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, pada Kamis (26/07/2018). dan terakhir demo yang dilakukan Project Manager PT AGP (Armada Gahari Putra), Kamis (28/2/2019). Semua aksi yang dilakukan menuntut pekerjaan di proyek Jambaran-Tiung Biru.(rien)

Dibaca : 596x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan