Kamis, 16 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

UPTD Pertanian Kedungtuban Dukung CSR Pertamina EP

Editor: nugroho
Rabu, 11 April 2018
Sampurno
Kepala UPTD Pertamian Kecamatan Kedungtuban, Suparman.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian dan Perkebunan Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendukung program tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social and Responsibility /CSR) bidang pertanian dari Pertamina EP Aseet 4 Field Cepu, bagi petani sekitar sumur NKT-01TW di Desa Bajo.

Kepala UPTD Pertamian Kecamatan Kedungtuban, Suparman, menyatakan, meski belum ada koordinasi dari Pertamina EP, namun dirinya tetap mendukung program tersebut bagi para petani di Desa Bajo. Program seperti itu biasanya langsug ke pihak desa tanpa melalui Dinas Pertanian. 

“Selama itu bermanfaat dan baik bagi masyarakat, kami mendukung," setengah kata dia kepada suarabanyuurip.com. Rabu (11/4/2018).

Untuk diketahui, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu melirik potensi pertanian di wilayah Desa Bajo. Perusahaan plat merah itu menilai, petani di wilayah sektar pengeboran sumur NKT-01 TW butuh tambahan pengetahuan dan wawasan pertanian.

Government & PR Staff Pertamina EP Aseet 4 Field Cepu, Intan Anindita Putri, menjelaskan, melalui program tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social and Responsibility/CSR) yang digulirkan bakal memberikan perhatian kepada petani di Desa Bajo.

“Kita sudah melakukan survey lokasi pertanian," kata Intan kepada mediasuarabanyuurip.com

CSR Pertanian tersebut bakal disalurkan melalui program pemberdayaan masyarakat "Melalui Pertanian Sehat, Ramah Lingkungan Berkelanjutan". Diharapkan masyarakat wilayah tersebut dan beberapa wilayah lainnya akan semakin maju dengan pengetahuan yang mumpuni serta dapat mengelola bidang pertanian secara mandiri.

Ada beberapa strategi pokok program yang akan dijalankan. Diantaranya budidaya SRI organik, sayuran organik, maupun tanaman obat keluarga. Program itu, lanjut Intan, telah lama menjadi perhatian manajemen perusahaan. Karena masyarakat sekitar lokasi pengeboran dinilai memerlukan pengetahuan serta wawasan mengenai pertanian.

“Karena daerah itu merupakan salah satu lumbung padi di Kabupaten Blora," ucapnya.(ams)

Dibaca : 572x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan