Minggu, 24 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Mediasi Buruh Migas Kembali Buntu

Vendor GCI Tak Mau Bayar Upah Buruh

Editor: nugroho
Kamis, 14 September 2017
ahmad sampurno
MEDIASI : Pertemuan lanjutan yang dilakukan pekerja dan vendor di bawah naungan GCI yang dimediasi Disperinaker berjalan alot.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Mediasi lanjutan yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Blora Jawa Tengah, dengan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, atas permasalahan yang terjadi di lingkup kerja sama operasi (KSO) Pertamina EP – Geo Cepu Indonesia (GCI), belum menemukan titik temu, Rabu (13/9/2017). Sehingga sejumlah tuntutan para buruh belum bisa dipenuhi perusahaan. 

Hadir dalam mediasi itu, perwakilan Pertamina EP Asset 4, Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh (FSB) Migas, serta para vendor. Vendor yang hadir, diantaranya PT Caraka Perndana Megah (CPM), PT Nusa Bhakti Wiratama (NBW) dan PT Tirta Patra Dinamika. Namun KSO PEP-GCI tidak hadir karena telah dinyatakan pailit. 

Dalam mediasi itu para pekerja mengusung tuntutan utama upah yang belum terbayar di bulan Agustus. Pada mediasi itu, PT CPM sebgai pihak yang bertanggung jawab mengaku belum bisa memberikan upah tersebut. Hal itu disebabkan, invoice sebesar Rp5,3 Milyar belum dibayar oleh GCI. 

Jika upah dibayarkan, pihak CPM khawatir tidak ada yang bertanggung jawab tagihan vendor. Karena GCI telah dinyatakan pailit.

“Kalau kami bayarkan, apa jaminannya. Siapa yang bertanggung jawab," kata Andy, perwakilan PT CPM. 

Dalam risalah mediasi yang telah ditanda tangani para pihak, dinyatakan bahwa para vendor yang hadir mengaku punya piutang yang belum dibayarkan oleh GCI. 

Sehingga mereka memohon kepada Bupati Blora untuk mengirim surat kepada Presiden Direktur Pertamina EP di Jakarta yang isinya meminta Pertamina memberikan kebijakan penyelesaian masalah pengupahan dan hak-hak tenaga kerja lainnya pada lapangan operasional PT GCI yang belum dibayarkan. Karena sekarang ini PT GCI dinyatakan pailit oleh pengadilan. 

Kepala Bidang Hubungan Indutri Disperinaker Blora, Zukhri, menyatakan pertemuan lanjutan akan dilakuan pada Jumat (15/9/2017) besok.

“Hasil pertemuan ini akan kami kirimkan ke Bupati. Serta memohon supaya Bupati mengirim surat kepada Pertamina," ujarnya. 

Menyikapi hal itu, SPKP Cepu menegaskan akan tetap mengawal mediasi berikutnya. Sedangkan tenda para buruh yang didirikan di halan Disperinaker Blora telah dirobohkan.

“Tenda sudah kami bongkar. Tinggal pengawalannya kedepan. Karena masih ada pembahasan lagi dengan Pertamina, Vendor dan SPKP Cepu dalam minggu ini,” terang Sekretaris SPKP Cepu, Ebeneser Prasetyadi.(ams)

Dibaca : 125x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan