Wabup Arief Rohman Kunjungi Warga Belajar PSRLB di Bajo

Program CSR Pertamina EP Asset 4 Field Cepu

Kamis, 11 Juli 2019, Dibaca : 290 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
SIMBOLIS : Wabup Arief Rohman dan Perwakilan Pertamina EP Asset 4 menyerahkan bantuan alat pencacah kompos ke warga belajar.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Wakil Bupati (Wabup) Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman, kunjungi warga belajar pada Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) tahap II, di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kamis (11/7/2019).

Pelatihan tersebut sebagai pengembangan PSRLB tahap pertama yang penerima manfaatnya hanya di sekitar sumur NKT-01 TW.  Kegiatan tersebut merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.

Baca Lainnya :

    Penerima manfaat sekerang menjadi 6 desa. Yang pada pembukaan hari Selasa (9/7/2019) lalu terdapat 5 Desa. Adapun pada pelatihan hari ke-3 diikuti warga dari 6 desa sebagai penerima manfaat. Diantaranya Desa Wado, Desa Bajo, Desa Sogo, Desa Ngraho, Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban. Serta wilayah ring-1 Blok Gundih, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

    Pejabat Sementara Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Alef menyanpaikan, rasa sukurnya karena program CSR Pertamina bisa bermanfaat bagi warga sekitar.

    Baca Lainnya :

      “CSR kita bisa berdampak positif. Dan sudah dikembangkan ke desa-desa lain,” ujar dia saat memberi sambutan.

      Dia berharap, warga belajar supaya bisa memahami proses pelatihan yang diikuti secara serius.

      "Sehingga bisa bermanfaat bagi warga desa sekitarnya,” kata dia.

      Sementara, Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan, terima kasih kepada Pertamina yang telah memberikan program tersebut kepada warga sekitar operasinya.

      “Kami minta ini bisa diperluas,” tandanya.

      Pada kesempatan itu, warga belajar diberi kesempatan unuk menyampaikan uneg-uneg dan keluh kesahnya. Pihaknya juga langsung menanggapi dan berencana melakukan tindak lanjut.

      “Kami butuh legalitas. Sebab, selama ini kelompok Tani Bina Alam Sri belum dilegalkan,” ujar Surat, ketua Kelompok Tani Bina Alam Sri Desa Bajo sebagai penerima manfaat program PSRLB tahap 1.

      Saat ini, kata dia, luas lahan pertanian organik sudah mencapai 7 hektar di Desa Bajo dari sebelumnya hanya 2 hektar. Surat juga memohon difasilitasi untuk uji laboratorium organik, beras yang mereka hasilkan.

      Selain legalitas, warga belajar juga memohon untuk dibantu dalam pemasaran.

      "Untuk menerbitkan usaha harus ada registrasinya. Ibaratnya, kita punya motor ada STNK tapi tidak ada BPKB,” ujar Siswadi.

      Saat itu juga diserahkan alat pencacah kompos kepada warga belajar Desa Bajo, yang sebelumnya mengikikuti Pelatihan PSRLB tahap Pertama.

      Sekadar diketahui, program CSR Pertanian itu berhasil meningkatkan produktifitas pertanian di Desa Bajo. Dilakukan panen perdana pada Januari 2019 lalu. Sebagai hasil dari pelatihan yang dilaksanakan pada 4 Juni 2018 lalu. Yaitu pelatihan pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan (PSRLB). Yang dilakukan juga pendampingan dan monitoring rutin setiap bulannya selama satu tahun program.

      Secara garis besar, program PSRLB yang pernah dilakukan itu terbagi menjadi tiga bagian yakni budidaya padi organik (SRI organik), sayuran organik, dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga).(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more