Minggu, 24 Juni 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Warga Ring 1 Segel Akses Masuk Kilang TPPI

Wabup Tuban: TPPI Berkewajiban Rekrut 80% Warga Lokal

Editor: nugroho
Selasa, 13 Maret 2018
Ali Imron
Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein.

SuaraBanyuurip.com Ali Imron

Tuban- Unjuk rasa yang dilakukan warga Desa Remen, Tasikharjo, dan Purworejo Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dengan menyegel akses masuk Get VIII Kilang Minyak PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) direspon Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein. Sesuai kesepakatan dengan Pemkab, manajemen TPPI memiliki kewajiban merekrut Sumber Daya Manusia (SDM) lokal 80%. 

"Setiap perekrutan Pemkab Tuban sudah beri ketentuan bagi semua perusahaan," ujar Wabup Noor Nahar Hussein, kepada suarabanyuurip.com, saat dikonfirmasi usai aksi di Jalan Pramuka Tuban, Selasa (13/3/2018).

Wabup dua periode ini menjelaskan, kalau penyerapan SDM lokal ketentuannya minimal 60%. Sedangkan sesuai Memorandum of Inderstanding (MoU) dengan perusahaan yang izinnya dikeluarkan Pemkab harus merekrut 80% tenaga dari Kabupaten Tuban.

Dengan catatan, asalkan SDM yang dibutuhkan perusahaan ada. Terkecuali karyawan yang skill tinggi, memang tidak semuanya harus dari ring 1. Sedangkan untuk tenaga kasar 100% harus melibatkan warga lokal. 

"Saat ini kegiatan TPPI berkurang sehingga belum bisa menyerap semua pelamar," terang Wabup kelahiran Kecamatan Rengel itu. 

Noor Nahar meminta semua warga di Desa Remen, Mentoso, Wadung dan semuanya di Kecamatan Jenu jangan antipati terhadap industri. Dikarenakan setiap investasi industri Migas di Bumi Wali (sebutan lain Tuban), tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat. 

Ditegaskan pula, Pemkab tidak akan mungkin memihak pada perusahaan yang justru menyengsarakan rakyat. Selama masih menjabat Wabup, Noor Nahar berjanji sekuat tenaga berjuang untuk masyarakat. 

"TPPI ini salah satu contoh perusahaan yang tidak berhasil," jelasnya. 

Dikonfirmasi perihal warga ring 1 yang merasa dicampakkan TPPI, Ketua Komisi A DPRD Tuban, Agung Supriyanto belum merespon pesan suarabanyuurip.com. Pesan yang dikirimkan sejak pukul 11:55 WIB belum dibalas. 

General Manager (GM) PT TPPI, Hadi Chairunnas menjelaskan, berawal dari rekrutmen sejak tahun 2004-2006, jumlah karyawan di Kilang TPPI sebanyak 685 orang. Terdiri dari 200 tenaga outsorching, dan 400 lebih karyawan organik. 

Selama perjalanan kilang, manajemen sudah melakukan tambal sulam karyawan dua kali. Selain masuk masa pensiun, para karyawan juga ada yang mengundurkan diri karena pindah perusahaan lain maupun bermasalah.  

"Sehingga ada 34 karyawan baru yang dibutuhkan," jelasnya. 

Dari 34 lowongan tersebut, manajemen mengaku sudah membuka seleksi terbuka. Sekaligus menyampaikan kebutuhan SDM baru kepada Pemdes, Camat, Sekda, bahkan Wakil Bupati Tuban. Jika massa menuding perusahaan tertutup itu keliru, karena sudah komunikasi dengan semua stakeholder. 

Hadi menegaskan, 34 lowongan tersebut diharapkan diisi oleh warga ring 1. Kenyatannya spesifikasi yang ditetapkan oleh TPPI belum dipenuhi warga, sehingga rekrutmen dibuka untuk umum. 

Secara prosentase, 38% karyawan TPPI didominasi warga ring 1. 33% warga di Kabupaten Tuban, dan sisanya pendatang termasuk jabatan strategis. (aim)

Dibaca : 816x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan