Selasa, 11 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

128 Security Holcim Mengeluh Tak Dapat Jam Istirahat

Wakil Ketua Komisi A Tanggapi Statemen Holcim

Editor: samian
Kamis, 06 September 2018
Ali Imron
Wakil Ketua Komisi A DPRD Tuban, Fahmi Fikroni.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Statmen resmi yang dikeluarkan manajemen PT Holcim Indonesia Tbk pabrik Tuban, Jawa Timur, terkait keluhan 128 security yang tak kunjung memperoleh jam istirahat, langsung ditanggapi Wakil Ketua Komisi A DPRD Tuban, Fahmi Fikroni. Masalah ini harusnya pihak Holcim klarifikasi dulu dengan karyawan PT Sentinel Cakra Buana (SCB), bukan langsung dengan managemen SCB.

“Kalau memang ini tidak secepatnya di selesaikan dan pihak Holcim tidak mau mediasi, maka security akan mogok kerja dan demo,” ujar Fahmi Fikroni, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (6/9/2018).

Roni sapaan akrabnya, menegaskan, pada pertemuan Bipartit tanggal 27 Agustus 2018 dengan management sudah kembali di sampaikan oleh temen-temen security, bahwa selama ini tidak pernah diberikan jam istirahat, ganti cuti maupun hitungan kelebihan jam kerja untuk serah terima.

Security Holcim membagi menjadi dua bagian, yakni untuk pekerjaan yang telah dilaksanakan pada periode Desember 2016 sampai dengan sekarang, yang nyata-nyata  tidak diberikan jam istirahat sama sekali, tidak diberikan cuti, maupun hitungan kelebihan jam kerja untuk proses serah terima, wajib di hitung dan di uangkan.

Sedangkan untuk pekerjaan yang akan di laksanakan alias next kontrak, bisa di bicarakan lagi nanti. Hal itu dilakukan selepas semua apa yang security  minta terkait masa pekerjaan yang telah di laksanakan tadi clear.

Jawaban dari management yang diwakili oleh pak Yunus (Manager ops SCB pusat) dan pak Ketut (HRD SCB pusat) masalah jam istirahat dan juga ganti cuti akan kembali dibawa ke Surabaya untuk di bicarakan dengan top management SCB. Sementara dari perwakilan management SCB juga menilai masuk akal terkait adanya kelebihan jam kerja untuk serah terima, karena pos tersebar dilokasi yang jauh, dan butuh proses pangantaran dan penjemputan untuk serah terima.

“Hal ini jelas menunjukkan bahwa statemen manajemen Holcim adalah statemen ngawur, yang dibuat tanpa kroscek terlebih dahulu ke pihak-pihak terkait,” tegas manajer Persatu Tuban ini.

Apalagi setelah membaca berita terkait statemen Holcim yang mengatakan bahwa, management SCB telah memberikan waktu istirahat dan Cuti, hal itu bertolak belakang dengan realita dilapangan. Perlu dicatat sampai dengan saat ini, security masih belum mendapatkan waktu istirahat maupun cuti.

Di beritakan sebelumnya, Manajemen PT Holcim Indonesia Tbk melalui Corporate Communication East Java PT Holcim Indonesia, Indri Siswati, menegaskan PT SCB sebagai perusahaan penyedia jasa pengamanan di area Pabrik Tuban, telah menerapkan jam kerja sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia bagi karyawannya yang bekerja sebagai anggota satuan pengamanan.

Dalam melaksanakan operasinya, Holcim selaku perusahaan bekerjasama dengan beberapa perusahaan jasa pengamanan, diantaranya PT SCB sebagai perusahaan penyedia jasa pengamanan di area Pabrik Tuban dengan skema full outsourcing.

“PT SCB bertanggung jawab untuk menerapkan sistem manajemen pengamanan sesuai kebutuhan operasional perusahaan dengan mengacu kepada seluruh peraturan yang ada,” sambung Indri.

Manajemen PT SCB juga melakukan pengaturan normatif mengenai waktu kerja, waktu istirahat, lembur, cuti dan lainnya sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia bagi karyawannya yang bekerja sebagai anggota satuan pengamanan. Melalui unsur pimpinan lapangan yang mengatur waktu istirahat secara bergantian bagi anggotanya.

"SCB berkomitmen untuk terus melakukan komunikasi terbuka antara manajemen dengan karyawannya hingga tercapai penyelesaian terbaik bagi kedua belah pihak," pungkasnya. (Aim)

 

 

Dibaca : 828x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>