Rabu, 13 Desember 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Walang Goreng Menu Andalan Warga Blok Cepu

Editor: samian
Minggu, 10 April 2016
G. Citrapati
PENGHASILAN MENINGKAT : Warung Bu Warmi setiap harinya selalu ramai pembeli yang berpesan walang goreng.

SuaraBanyuurip.comG. Citrapati

Bojonegoro - Bila anda lewat Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kurang lengkap kalau tidak mampir (datang) di warung Bu Warmi untuk menyantap belelang (walang) goreng.

Walang goreng kini menjadi menu andalan bagi warga Gayam dan sekitarnya. Bahkan banyak karyawan proyek, baik karyawan proyek Banyuurip, Blok Cepu maupun Jambaran-Tiung Biru (J-TB), dan perangkat desa juga pegawai kecamatan penasaran untuk datang menyantapnya.

Harganya pun relatif terjangkau bagi setiap warga yang ingin merasakan gurihnya walang goreng yang disediakan oleh warga desa ring satu Banyuurip tersebut.

Rasa gurih dan pedas menjadi khas tersendiri hingga membuat orang kecanduan untuk balik mencicipi walang goreng Bu Warmi.

Murah meriah, yaitu cukup dengan merogoh kocek Rp10.000 sudah dapat menyantap walang goreng satu piring. Sehingga setiap hari warung Bu Warmi yang berada di selatan persis Balai Desa Gayam terus ramai didatangi pengunjung membeli walang goreng sambil meminum kopi, dan makanan ringan lainnya.

"Banyak orang proyek yang makan siang dengan lauk walang goreng disini, Mas," ujar wanita paruh baya ini sambil menggoreng walang, kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (10/4/2016).

Menurut Bu Warmi, dalam sehari dia mampu menjual walang goreng sebanyak 10 kilogram (kg) lebih. Dia mendapat belalang jenis walang kayu itu dikirim salah seorang pedagang asal Rejoso - Nganjuk, Jawa Timur.

Berkat jualan walang goreng pendapatan Bu Warmi tergolong meningkat tajam. Untuk melengkapi menu warungnya kini juga disediakan kikil kambing.

"Kalau penasaran silahkan mencoba saja," ungkapnya sambil tersenyum.

Dengan kesigapannya Bu Warmi menggoreng walang, membuat pemesan tidak perlu menunggu terlalu lama. Hanya sekira 15 menit walang goreng sudah bisa disantap.

"Alhamdulillah Allah SWT memberikan rezeki kepada keluarga saya melalui menjual walang goreng ini. Berapapun besaran nilai rupiah yang tak peroleh setiap harinya tetap saya syukuri saja. Terpenting halal tidak merugikan orang lain, Mas," pungkasnya. (Citra)

Dibaca : 510x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan