Selasa, 21 Mei 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Wamen ESDM Pertanyakan Jumlah Naker Blok Cepu

Editor: nugroho
Rabu, 18 September 2013

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro –  Jumlah tenaga kerja (Naker) yang terlibat dalam proyek pengembangan penuh produksi puncak minyak Banyuurip, Blok Cepu, menjadi perhatian Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM), Susilo Siswoutomo. Di sela-sela kunjungannya ke Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (17/9/2013) kemarin, Wamen menanyakannya langsung kepada Bupati, Suyoto.

"Sudah berapa jumlah tenaga kerja yang ikut serta di proyek Blok Cepu?" tanya dia kepada Bupati Suyoto yang didampingi Tim Optimalisasi Kandungan Lokal.

Asisten II Sekkab Bojonegoro, Nono Purwanto, menjelaskan, jika proyek engineering, procurement and constructions (EPC) Banyuurip, Blok Cepu, telah menyerap ribuan tenaga kerja. Ribuan naker itu terlibat di proyek EPC- 1 dan 5. Sementara untuk naker EPC 2 telah berkurang banyak karena pekerjaan pipanisasi hampir selesai. 

"Ada ribuan, tapi banyak pekerja yang tidak kembali ke proyek," jawab Nono yang dibenarkan Bupati Suyoto.

Dia menjelaskan,  sesuai informasi yang dia terima di lapangan, banyak pekerja yang bekerja di EPC 1 pulang ke tempat tinggalnya masing-masing dan tidak kembali dikarenakan gaji yang diterima dinilai kecil.

"Kami sudah menanyakan hal itu kepada  Pak Erwin Maryoto langsung dari MCL, dia menyampaikan untuk tidak percaya laporan-laporan tersebut," imbuhnya. 

Mendapat jawaban itu, Wamen ESDM meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk benar-benar memperhatikan tenaga kerja yang ada di Bojonegoro. Karena keberadaan industri migas akan memberikan banyak peluang.

"Gaji harus sesuai UMR.  Disini tentu sudah ada berapa jumlahnya. Ini juga perlu diperhatikan agar operator dan kontraktornya menggaji karyawan sesuai ketentuan," tegas Susilo Siswo Utomo. 

Dirinya juga menyarankan, agar ada pelatihan atau training kepada masyarakat Bojonegoro, meskipun itu dilaksanakan hanya tiga bulan. Namun hal itu sangat bermanfaat untuk menambah skill masyarakat di Bojonegoro.

Menurut dia, dengan pelatihan atau training yang diberikan akan dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat sehingga mampu meraih peluang yang besar dan tersedia saat ini.

“Saya akan terus mendorong demi kemajuan bersama.  Bahkan mendukung pengurangan pengangguran yang jumlahnya sangat banyak,” tegas Siswo.

Dikonfirmasi terpisah, Community Affair and Manager PT Tripatra, kontraktor EPC 1 Banyuurip, Budi Karyawan membantah hal tersebut. Justru pihaknya akan menambah tenaga kerja pada puncak kosntruksi. Pengurangan tenaga kerja yang dilakukan saat ini karena banyak kontrak pekerja dari subkontraktor yang sudah habis. 

"Kami sudah menyampaikan hal itu kepada Tim Konten Lokal minggu lalu saat rapat mingguan," sergah Budi.(rien) 

Dibaca : 1749x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan