Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Warga Balun Tolak Digusur

Editor: samian
Senin, 24 Juli 2017
Ahmad Sampurno
TOLAK PENGGUSURAN : Puluhan warga Balun yang didominasi ibu-ibu sedang melakukan aksi penolakan penggusuran bangunan rumahnya.

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora - Sejumlah Warga Rukun Tetangga (RT) 3, Rukun Warga (RW) 13, Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melakukan aksi penolakan untuk pindah dari bantaran Kali Balun. Mereka memasang poster dengan beragam tulisan bernada penolakan terhadap rencana pemerintah untuk melakukan penggusuran, yang ditempel di depan rumah serta jalan masuk lokasi, Senin (24/7/2017).

Sebabagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berencana melakukan normalisasi Kali Balun. Bahkan sebelumnya, pada tanggal (19/7/2017) telah dilakukan sosialisasi rencana tersebut, yang kemudian disepakati oleh warga setempat dan akan dibantu dari aparat pemerintah di Cepu.

Ternyata warga berubah pikiran dan melakukan aksi penolakan terhadap rencana tersebut. Sempat terjadi ketegangan antara petugas dari Forkompimcam yang dipimpin oleh Camat Cepu, Djoko Sulistiyono. Adu mulutpun juga terjadi yang diwarnai dengan jerit tangis para wanita penghuni bantaran Kali Balun. Beberapa warga sempat jatuh pingsan karena terjadinya peristiwa tersebut.

Puluhan petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, Polisi, maupun Tagana, diurungkan niatnya untuk membantu warga. Namun demikian, satu unit excavator tetap melakukan penghancuran bangunan milik satu pengusaha di Cepu yang menempati bantaran kali.

"Kami menolak penggusuran, dan kami menginginkan tetap tinggal disini," kata Agus Kriswanto, koordinator aksi penolakan. Meski dilakukan normalisasi, pihaknya tetap ingin menempati lokasi tersebut.

Menurutnya, 31 warga di lokasi tersebut, sebagian telah bertempat tinggal lebih dari 20 tahun bahkan sampai 30 tahun. Pihaknya mengaku, warga juga membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Rekening listrik dan memiliki kartu keluarga. Meskipun tanah itu diketahui adalah aset pemerintah, berupa Bengkok Kelurahan Balun.

"Selama ini tidak terjadi apa-apa. Baru kali ini ada rencana penggusuran. Jelas kami menolak," kata dia.

Dirinya mengaku, sangat menyayangkan sikap pemerintah yang akan melakukan penggusuran. Terlebih, penggusuran itu terkesan terburu-buru tanpa terlebih dahulu melakukan kajian yang baik atas dampak sosial dari penggusuran.

"Kami hanya rakyat kecil yang memiliki keterbatasan ekonomi," jelasya.

Sementara Camat Cepu, Djoko Sulistiyono, mengetahui situasai tidak kondusif, langsung mengajak warga untuk melakukan diskusi di Pendopo Kantor Kecamatan Cepu.(ams)

 

Dibaca : 203x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan