Senin, 19 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Warga Blok Tuban Dilatih Padamkan Kebakaran Kompor

Editor: samian
Senin, 27 Februari 2017
Ali Imron
ANTUSIAS : Warga Bulurejo sangat antusias mengikuti peltihan memadamkan api ketika terjadi kebakaran kompor gas.
TERKAIT:

SuaraBanyuurip.comAli Imron

 

Tuban - Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan, operator Lapangan Mudi, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) kembali melatih warga di Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel untuk memadamkan api kompor. Program ini merupakan serangkaian kegiatan untuk memperingati bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2017.

“Sasaran pelatihan ini puluhan ibu-ibu di sekitar Tapak Sumur (Pad) C Mudi terkait bagaimana cara memadamkan api ketika terjadi kebakaran kompor gas,” ujar staf HSE JOB PPEJ, Hendra Awali Putra, kepada suarabanyuurip.com, di kantor Desa Bulurejo, Rengel, Senin (27/2/2017).

Upaya keselamatan tersebut berawal dengan memberikan materi upaya pencegahan kebakaran. Sekaligus materi pertolongan pertama pada Bantuan Hidup Dasar dan Resusitasi Jantung Paru (RJP).

“Kami minta setelah pelatihan ini warga tidak panik untuk memadamkan api,” imbuhnya panjang lebar.

Hal utama yang perlu diperhatikan dalam pemadaman yakni konsentrasi, dan menjaga emosional. Dilanjutkan mulai melepas regulator dari tabung gasnya terlebih dahulu. Setelah semua dilakukan, baru menutup api dengan handuk yang telah dibasahi.

Kegiatan dari Safety Campaign JOB P-PEJ ini, lanjut Hendra, telah dilakukan di internal operator. Baru kemudian ditularkan ke masyarakat sekitar yang terdampak oeprasi Migas.

Lebih dari itu, dalam materi RJP digambarkan bagaimana cara menolong korban yang serangan jantung. Menangani warga yang mengalami gangguan saluran pernapasan akibat tersedak. Sekaligus teknik memberi nafas buatan, maupun cara memompa jatung ketika korban sudah tidak sadarkan diri.

"Ini sudah pernah kita edukasi dua tahun lalu semoga langkah-langkahnya dapat dilakukan dengan benar,” jelasnya.

Salah satu peserta, Endarwati (45), mengaku, sangat terbantu dengan pelatihan tersebut. Banyak materi serta praktik langsung yang menambah wawasan ibu rumah tangga di desanya.

Kepala Desa Bulurejo, Yauri, membenarkan bahwa warga ring 1 Mudi perlu dilatih penanganan kebakaran kompor. Saat ini warga Bulurejo kalau memasak sudah tidak menggunakan kayu bakar, namun rata-rata mamaki kompor gas.

“Semoga dipahami dan dapat diterapkan ketika terjadi kebakaran,” pungkasnya. (Aim)

 

 

Dibaca : 383x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan