Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Warga Dusun Sogo Kesulitan Air Bersih

Editor: samian
Selasa, 03 November 2015
SuaraBanyuurip.com/Athok
BERHARAP : Warga Sogo berharap juga diperhatikan dalam bantuan air bersih.

SuaraBanyuurip.com

SENJA masih belum beranjak kerembang petang. Sederet awan redupkan mentari yang tampak pelan mulai bergerak ke peraduan. Meski sorot sang digdaya hari menjelang sore masih terasa panas tak menyulutkan semangat, Yasir, warga Dusun Sogo, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur untuk mencari air seadanya.

Musim kemarau berkepanjangan membuat Yasir dan sekira 140 Kepala Keluarga (KK) di dusun yang terletak tak jauh dari lokasi pemboran Sumur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Banyuurip, Blok Cepu tersebut selalu kesulitan air bersih dalam setiap tahunnya.

“Sejak bulan Agustus lalu sudah mulai kesulitan air,” ungkapnya saat ditemui Suarabanyuurip.com. Senin (2/11/2015).

Dia munuturkan, hampir setiap tahun warga di Dusun Sogo selalu mengalami kesulitan air bersih. Terutama setelah melewati bulan Agustus. Sumur yang dimiliki warga semua pada mengering sumbernya. Untuk mendapatkan air besih, warga Sogo menggambil air di bantaran air Kali (sungai) Gandong yang mengering. Sebab, disaat sungai tersebut mengering terdapat sejumlah sumber air bersih yang mengalir. Meski tidak terlalu besar, namun dapat menolong warga yang sedang kesulitan air.

“Sumber disini sudah sejak dulu ada. Airnya bercampur pasir tapi bersih dan jernih,” ucapnya.

Dari sumber air itu, warga mengambil air dengan menggunakan gayung. Kemudian memasukkannya ke dalam Jerigen yang bisa menampung air sebanyak 30 liter. Dalam sehari, Yasir bisa mengambil sebanyak tiga hingga empat kali. Air tersebut dia gunakan untuk kebutuhan sehari hari.

“Airnya untuk keperluan mandi dan mencuci. Sehari bisa mengambil sampai empat kali dengan 10 Jerigen,” ucapnya.

Pria yang sudah berusia 60 tahun itu mengungkapkan, bantuan air bersih sebenarnya sudah sering dilakukan di sekitar Desa Mojodelik yang kesulitan air bersih. Baik dari beberapa kontraktor sekitar proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu maupun pemerintah. Hanya saja, bantuan tersebut dinilai belum menyeluruh. Sehingga jarang sekali sampai di Dusun Sogo.

“Belum sampai sini sudah habis bantuan airnya. Sehingga masih kurang,” ujarnya.

Warga lain Krisyanto, mengungkapkan, kesulitan air bersih yang dirasakan warga Dusun Sogo memang sudah sejak lama terjadi. Sehingga warga terpaksa harus mencari dari sumber air di bantaran Kali Gandong yang telah mengering.

“Hampir semua warga mengambil air di sini. Mulai dari mandi hingga nyuci baju,” tuturnya.

Bahkan, untuk warga yang sudah tua dan tidak sanggup mengambil air, harus rela menyewa jasa orang lain untuk mengambilkan air. Menurut dia, kebutuhan air sangat penting bagi setiap orang. Termasuk bagi warga Sogo. Selain digunkan keperluan sehari-hari, air juga digunakan untuk keperluan ternak.

“Kalau untuk ternak ngambil airnya lebih banyak. Sehari bisa sampai enam kali,” imbuhnya.

Warga berharap agar ada perhatian lebih. Baik dari pemerintah maupun operator dan sejumlah kontraktor yang terlibat di proyek Lapangan Banyuurip.

"Semoga saja kami ini juga diperhatikan seperti warga yang lain, Pak. Agar kami dapat meringankan penderitaan hidup juga," harapnya. (Athok Moch Nur Rozaqy)

 

Dibaca : 414x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan