Senin, 8 Februari 2016
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
Tripatra Gelar Safety Riding Campaign di Puduk Deklarasi Dukung JIM Menulis Produktif Promosikan Potensi Desa Dengan JIM Perusahaan Migas Diharapkan Sentuh Masyarakat TWU Hentikan Produksi Kilang Mini Tenaga Kerja Asing di Bojonegoro Meningkat Pembekalan Uji Coba Alsintan Dari Maintenance Rambah Jasa Transporter Dua Keuntungan Setelah Tercapai Produksi Puncak Inilah Peluang Bisnis Bidikan BBS PPGJ Capai Produksi Puncak FITRA Minta Informasi Sumur Koro Dibuka Galian C Picu Bencana Alam Fortuner Pekerja Migas Seruduk Grand Livina Papan Informasi Desa Pelem Dipindah PPGJ Segera Diserahkan ke Pertamina JOB P-PEJ Klaim Gas Tidak Berbahaya Warga Lebih Nyaman EPF Dimatikan ADS Tantang BBS Bangun Kilang Mini Ingatkan BUMD Tak Jadi Makelar Ketua DPRD Bojonegoro Garansikan Jabatannya Dua Hari, Dua Petani Tersambar Petir PT IME Lanjutkan Pekerjaan Sipil Gas Flare Penjual Mamin Sekitar Kilang Mini Resah Rekanan TWU Galang Dukungan Warga Ngampel Diduga Karacunan Pad A Pemkab Bojonegoro Layangkan Surat ke SKK Migas Besuk, Lahan Pengganti TKD Gayam Diukur Nge-Tweet Berhadiah Bersama JIM Bojonegoro Himbau Waspada Penipuan Naker Proyek Kebakaran TBBM Tuban Akibat Aliran Listrik Terminal BBM Tuban Terbakar Tunggu Kepastian PHER Operasi Proyek J-TB Rekrut 100 Naker Minta EMCL Evaluasi Hasil Rekomendasinya Rekomendasi Dua Peserta Langgar Komitmen Permintaan BBM Tuban Capai 17 Persen Pemdes Sedahkidul Sukseskan GDSC Harga BBM Kembali Diturunkan FKKL-B Minta, Bongkar EPF Harus Libatkan Kontraktor Lokal Polres Buru Dua Oknum Baru Sedahkidul Khawatirkan Dampak Proyek Banyuurip Oknum Wartawan Pemeras Diancam 4 Tahun Warga J-TB Minta Disosialisasikan Pelibatan Naker Kodim 0813 Bojonegoro Berlakukan Jamdan Tak Ada Sanksi Penyelesaian TKD Gayam Ribuhan Pengunjung Padati Wisata Ngerong Puluhan Hektar Tanaman Padi Direndam Banjir Kodim 0813 Gelar Konsolidasi Upsus Water Park Paling Ramai Dikunjungi Wisatawan Koruptor Rugikan Negara Rp2,1 Miliar Selamatkan Hutan Melalui Lomba Ulat Jati Pemkab Tetap Pertahankan PT BBS Tantang Pemkab Menarik Pajak Galian C Penerimaan Migas Fluktuatif, Tingkatkan Iklim Investasi Sisihkan Rp10 Triliun Untuk Dana Abadi Migas Pemkab Blora Bebaskan Lahan Warga Desak Pertamina ISC Tetap Menjatah Minyak Mentah Kayangan Api Dibanjiri Pengunjung Truk Pertamina Tetap Beroperasi PAD Dishub Meningkat 5,54 Persen Penjualan Solar Turun 60 Persen BK Hentikan Kasus Laporan Komisi A Harga Solar Turun Nelayan Untung Tandatangani Kontrak Pengelolaan Wilayah Kerja Migas Hingga Akhir 2015, Pembebasan J-TB Belum Rampung Wartawan Gadungan Peras Warga Tuban Tambang Illegal Rusak Jutaan Hektar Hutan Wisata Water Park Dander Diserbu Pengunjung Sumur A dan C Tetap Berproduksi ExxonMobil Indonesia Tunjuk Presiden Baru Gelar Sarasehan Sejarah dan Kepurbakalaan Tak Ingin Penyelesaian TKD Gayam Terulang di J-TB Pastikan Tarif Angkutan Tuban Normal ADS Sebut Pemeriksaan Rutin Desak Holcim Segera Realisasikan Insentif Filosofi TKD Yang Penting Untungkan Desa

Perayaan Lebaran Ketupat

Warga Gesikharjo Mandi Bersama di Pantai

Editor: nugroho
Kamis, 15 Agustus 2013
SUARABANYUURIP.com/Edy
MANDI BERSAMA : Warga Gesikharjo beramai-ramai mandi bersama di Pantai setelah menyantap ketupat.

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban - Tradisi unik dilakukan warga Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dalam merayakan ketupat lebaran. Mereka mandi bersama-sama di pantai yang dekat dengan pemukiman mereka, Kamis (15/8/2013).

Dari pantauan di ilokasi, sejumlah warga dari anak kecil hingga dewasa terlihat menuju pantai secara bersama-sama. Setelah sebelumnya melakukan syukuran dan menyantap ketupat yang mereka bawa di masjid yang tak jauh dari pantai.

"Kami habis tasyakuran dengan menyantap ketupat lebaran di desa. Setelah itu saya diajak mandi disini sama istri," kata Eka (29), salah satu warga asli Cilacap, yang saat ini beristrikan warga Desa Gesikharjo.

Menurut Masduki (50), salah satu sesepuh desa, tradisi ini mereka lakukan setiap satu tahun sekali. Dilakukan setelah mengunjungi sanak famili dan bermaaf-maafan. Kemudian menyantap ketupat satu minggu setelah Shalat Ied di lapangan ataupun di masjid desa.

"Setelah itu kita mandi bersama dilaut, semua keluarga diajak," terang Masduki.

Masduki sendiri mengaku tidak tahu sejak kapan tradisi ini dilakukan. Yang dia tahu, sejak kecil dia diajak orang tua untuk menguri-uri tradisi nenek moyang mereka.

"Kata orang tua, supaya dosa kita juga ikut melebur bersama air dilaut," tambahnya.

Selain itu ada beberapa kepercayaan yang tumbuh dimasyarakat. Konon tradisi yang dilakukan dekat dengan makam Syech Asmoroqondi ini bisa mengobati beberapa penyakit. Seperti rematik, encok, linu, dan beberapa penyakit kulit lain.(edp)

 

Dibaca : 938x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>