Sabtu, 26 Mei 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Warga Jateng Rusak Masjid Dekat Gereja di Tuban

Editor: nugroho
Selasa, 13 Februari 2018
Ali Imron
BERSERAKAN: Tujuh buah kaca masjid dipecah oleh pelaku.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Seorang bernama Ahmad Falih, warga Desa Karangharjo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, terbukti merusak tujuh buah kaca Masjid Baiturrahim Jalan Sumurgempol No.77 Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Motif pengrusakan tempat ibadah yang berada tepat di samping Gereja itu belum jelas, namun pelaku niat berobat ke Gus Mad pengasuh pondok Al Islahiyah.

"Kejadiannya Jam 01:30 WIB dini hari," ujar Ketua Rukun Nelayan (RN) Kingking, Leo, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (13/2/2018).

Leo belum tahu persis kronologi kejadiannya. Intinya pelaku datang ke masjid satu rombongan, dengan mobil Toyota Inova Nopol: H-8697-JQ. Rombongan itu terdiri dari dua orang laki-laki termasuk pelaku, satu perempuan dewasa, dan tiga anak-anak.

Insiden pengerusakan tempat ibadah di pusat Pemerintahan Bupati Tuban itu dibenarkan Wakapolres Tuban, Kompol Teguh Priyo Wasono. Informasi dari warga, pada hari Senin (12/2) sekitar pukul 16.00 WIB pelaku datang dan melakukan sholat Ashar kemudian berdialog dengan masyarakat.

Kemudian pada pukul 17.30 WIB yang pelaku beserta rombongan keluar meninggalkan masjid. Menjelang salat Isyak, pelaku datang kembali, serta mengikuti sholat berjamaah namun membuat barisan saf sendiri.

Setelah mengerjakan salat Isyak, pelaku istirahat, dan tidak beranjak dari masjid. Sekitar pukul 01.00 WIB, warga bernama Muhammad menanyakan maksud dan tujuan kedatangan yang bersangkutan di Masjid Baiturrahim. 

"Namun yang bersangkutan melakukan pemukulan kepada korban sehingga korban lari keluar masjid untuk memberitahukan kepada warga lainnya," terang Leo.

Baru sekitar pukul 01.30 WIB, pelaku melakukan pengrusakan kaca Masjid Baiturrahim dengan menendang menggunakan kaki. Warga sekitar yang mendengar suara pecahan kaca mulai berdatangan. Sekaligus meneriaki pelaku untuk menghentikan perbuatannya, namun dijawab oleh pelaku bahwa dirinya siap untuk mati.

"Karena kaki dan tangan luka akhirnya dibawa ke RSUD," beber Leo.

Pada saat di introgasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pelaku hanya menjawab ingin bertemu dengan Gus Mad. Setelah di pertemukan dengan Gus Mad, yang bersangkutan melakukan sujud dan meminta safaat.

"Sebelumnya pelaku memang pernah datang ke tempat pengajian Gus mad," ungkap Wakapolres Tuban. 

Saat ini, pelaku langsung dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bhayangkara Polda Jatim. Upaya ini untuk memastikan kesehatan pelaku, apakah mengidap gangguan jiwa atau hanya depresi.

Sejumlah barang bawaan pelaku yang disita polisi, meliputi sebuah laptop, dua buah handphone, tas berisi pakaian dan pempers bayi, bantal, selimut, buku bertuliskan arab, empat pasang sandal jepit, sebuah tas plastik berisi uang pecahan, dan sebuah STNK. 

Informasi dari warga Desa Pandangan, Kecamatan Kragan, Arif, mengatakan, Ahmad Falih merupakan pelaku pengerusakan. Sedangkan Zainuddin merupakan paman pelaku, dan yang mengantarkan ke Tuban. 

"Ada masalah keluarga ditambah istri Falih sakit-sakitan," pungkasnya. (aim)

Dibaca : 1002x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan