Sabtu, 26 Mei 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Warga Ketileng Laporkan Oknum Polisi ke Polres Bojonegoro

Editor: samian
Senin, 23 April 2018
Samian Sasongko
YYK saat berada di rumah Kades Ketileng, Budi, Sabtu (21/4/2018).
TERKAIT:

SuaraBanyuurip.comRirin wedia

Bojonegoro – Warga Desa Ketileng, Kecamatan Malo, berinisial YYK, melaporkan oknum anggota polisi berinisial MJI yang diketahui bertugas di Kepolisian Sektor (Polsek) Malo ke Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (23/4/2018). MJI dilaporkan karena diduga telah menghamili YYK, dan tidak mau mengakuinya.

“Terpaksa saya laporkan ke Polres Bojonegoro karena MJI mengelak tidak mau mengakuinya,” kata YYK, kepada Suarabanyuurip.com.

YYK mengaku, kenal dengan MJI sudah sejak kisaran bulan Mei 2017 lalu. Kemudian terjalin komunikasi dengan baik hingga berlanjut kehubungan badan layaknya suami istri. Dalam menjalani hubungan badan, kata YYK, selain dilakukan di rumah juga dilakukan di Asrama Polisi (Aspol) Polsek Malo.

“Karena MJI tidak punya istri dan saya tidak punya suami, dan MJI berjanji serius mau menikahi jadi saya mau diajak berhubungan badan hingga saya hamil dua bulan ini,” ujar YYK.

Agar saling mengetahui, YYK bercerita kepada MJI jika sudah terlambat bulan, kemudian MJI meminta untuk periksa ke dokter. Hasil cek dari salah satu dokter di Bojonegoro positif hamil dua bulan. Setelah mengetahui hamil, MJI meminta untuk menggugurkan janin yang dikandung tersebut, namun permintaan MJI tidak dituruti oleh YYK.

“Saya dibelikan obat pengguguran janin, tapi tidak saya minum, karena saya tidak mau menambah dosa lagi. Selain itu MJI tugasnya di Polsek Malo dan tidak begitu jauh dengan rumah saya jadi sering ketemu,” terangnya.

YYK berharap, agar MJI tidak semakin menambah beban yang dideritanya, dan mau bertanggung jawab atas janin yang dikandungnya. Untuk menguatkan laporannya, bukti berupa percakapan WhatsApp dan obat yang diberikan telah disimpannya, dan siap untuk ditunjukkan ke penyidik.

“Saya hanya ingin menuntut MJI menikahi saya sesuai janji yang pernah diucapkan,” tandasnya.

Kepala Desa (Kades) Ketileng, Budi, mengatakan, dugaan kasus tersebut sebelumnya telah dilakukan pertemuan untuk musyawarah mencari solusi yang terbaik di Balai Desa Ketileng, Sabtu (21/4/2018). Namun dalam pertemuan MJI tidak mengakui jika kehamilan YYK tersebut hasil hubungan dengannya.

Budi berharap, agar MJI tidak membuat keruh suasana Desa Ketileng. Jika memang itu hasil dari hubungannya harus berani bertanggungjawab dengan menikahi YYK. Sehingga tidak membuat masyarakat menjadi geram yang ujung-unjungnya melakukan aksi demo dan lain sebagainya.

“Kami mencoba agar masalah itu selesai di tingkat desa, karena tidak ada titik temu kami persilakan juga YYK lapor ke Poles Bojonegoro," ujarnya

Pria bertubuh besar ini menambahkan, sementara upaya meredam warga agar tidak tersulut emosi terus dilakukan. Tujuannya agar warga tidak melakukan aksi demo ke Polsek Malo atau ke Polres Bojonegoro.

"Tapi kalau nanti warga nekad untuk melakukan demo kami tidak bisa berbuat apa-apa,” pungkasnya.

Sementara Kapolres Bojonegoro AKBP Ari Fadly, mengaku, belum mengetahui ada oknum anggota polisi dari Polsek Malo yang melakukan dugaan perbuatan asusila hingga korbannya hamil.

"Saya akan cek dulu," ujar AKBP Ari Fadly saat dikonfirmasi Suarabanyuurip.com terpisah.

Dia mempersilahkan, korban dan keluarganya untuk melapor ke Propam apabila memang ada hal seperti itu. Hanya saja, butuh kepastian kebenaran kabar tersebut karena hingga kini belum ada laporan masuk.

"Lapor saja ke Propam kalau memang ada," tegasnya.(rien/sam) 

 

 

Dibaca : 7362x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan