Selasa, 25 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Warga Remen Berikan Surat Langsung ke Kemenkopolhukam

Editor: samian
Kamis, 22 Maret 2018
Ali Imron
SERAHKAN SURAT : Warga sempat adu mulut dengan polisi saat penghadangan rombongan Kemenkopolhukam di Desa Mentoso.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Warga Desa Remen, dan Mentoso Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, langsung menghadang rombongan tim Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) Republik Indonesia (RI) di lokasi Kilang Minyak NGRR Tuban. Mereka hanya ingin menyampaikan surat secara langsung, terkait pembangunan proyek Kilang Minyak patungan Pertamina dan Rosneft Oil Company Rusia.

"Penghadangan ini hanya untuk memberikan surat secara langsung," ujar seorang warga setempat, Didik, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com, usai penghadangan di perempatan Desa Mentoso, Jenu, Kamis (22/3/2018).

Pria berpostur gempal ini mengaku, tak memiliki niat jahat dengan adanya kunjungan tim dari pemerintah tersebut. Justru masyarakat merasa senang, karena semua aspirasi warga berupa surat dapat diterima langsung oleh tiga orang dari Kemenkopolhukam yakni Laksamana Muda I Nyoman Nesa (Staf Ahli Menko Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman), Ahmad Irfan Fauzi (Asisten), dan Agus Subiyanto (Staf TU Staf Ahli).

Hal senada disampaikan pemilik lahan di Desa Mentoso, Soewarto Darmandi. Masyarakat memaksa menyerahkan sendiri surat, karena para oknum pejabat sering mengaku belum pernah menerima surat aspirasi warga Remen dan Mentoso.

"Karenanya sekarang terpaksa mengaku menerima," sergah alumnus Airlangga jurusan hukum itu.

Mantan penegak hukum di lingkup Pemkab Tuban ini menjelaskan, isi surat yang diberikan kepada Kemenkopolhukam. Isi surat tersebut sama dengan yang dikirimkan kepada 26 instansi Pusat sampai daerah termasuk Presiden Jokowi.

"Isinya tetap sama ditambah surat ke Komnas HAM dan pintu hati masyarakat sudah tertutup rapat," jelas pria ramah ini.

Saat berusaha dikonfirmasi, tim Kemenkopolhukam enggan meladeni awak media. Rombongan langsung meninggalkan lokasi Kilang, dan menuju Desa Cempokorejo, Kecamatan Palang untuk melihat lokasi resi gudang garam.

Informasi dari warga setempat, rombongan terdiri dari tiga mobil warna gelap. Satu mobil milik tim Kemenkopolhukam, sedangkan dua lainnya milik Forkopimcam Jenu.

Kunjungan dimulai dari arah Desa Remen, kemudian menyusuri Dusun Sumurpawon. Berlanjut di Dusun Mlangwe, Desa Mentoso ke arah Timur. Tepat di perempatan Masjid Mentoso, rombongan di hadang. Tak kurang dari 10 menit sempat terjadi adu mulut dengan kepolisian setempat. Beruntung perwakilan warga berhasil menyerahkan surat ke Kemenkopolhukam.

Ternyata penyerahan surat juga dilakukan di Dusun Sumurpawon, Desa Remen. Kendati demikian, warga salah sasaran karena surat tersebut diterima oleh Camat Jenu, Sugeng Winarno. Merasa tak puas, warga akhirnya menyerahkan surat untuk kedua kalinya di Desa Mentoso.

Selang 10 menit, dua mobil polisi wilayah Jenu kembali ke titik penghadangan. Aparat berseragam cokelat itu kemudian berdialog dengan perwakilan masyarakat, yakni Soewarto Darmandi.(aim)

 

 

Dibaca : 2928x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan