Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Normalisasi Kali Balun

Warga Segera Bongkar Bangunan

Editor: samian
Rabu, 19 Juli 2017
Ahmad Sampurno
SOSIALISASI : Warga Kelurahan Balun antusias mengikuti sosialisasi rancana normalisasi kali balun di Pandapa Kecapatan Cepu.

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalaui Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub), akan segera melaksanakan normalisasi Kali Balun. Sehingga warga RT 3, RW 13, Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang bertempat tinggal disepanjang bantaran drainase induk yaitu Kali Balun untuk segera melakukan pembongkaran bangunannya.

Sebelum pekerjaan dilaksanakan, para warga yang bermukim di bantaran kali tersebut, diberikan sosialisasi. Hal itu dilakukukan supaya tidak terjadi ekses (peristiwa) saat pelaksanaan pekerjaan. "Paling tidak dalam bulan ini kegian sudah dimulai," kata Camat Cepu, Djoko Sulistiyono, saat sosialisasi di Pendopo Kecamata, Cepu, Rabu (19/7/2017).

Dalam sosialisasi itu, para warga sepakat untuk melakukan pembongkaran dalam kurun waktu dua minggu kedepan. Waktu dua minggu tersebut, bisa dimanfaatkan warga untuk mempersiapkan barang-barangnya dan pindah ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).

Pekerjaan normalisasi tersebut, kata dia, hanya dilakukan pengerukan sedimentasi dan pendalaman. Pasalnya, pendangkalan dan penyempitan kali itu, menjadi salah satu penyebab terjadi banjir saat musim hujan.

Suharyono, Kabid Perumahan Dinrumkimhub, menyatakan, bahwa yang akan dilakukan nanti adalah pengerukan sedimentasi serta mengembalikan lebar sungai yang sebenarnya. "Kami perlu melakukan pengerukan untuk melancarkan aliran air. Dan mengembalikan lebar kali yang sebenarnya, yakni 6,5 meter," jelasnya.

Pengerukan-pun, kata dia, tidak dilakukan pada titik yang saat ini masih ditempati pemukiman warga. "Normalisasi akan dimulai dari hilir," ujarnya.

Terkait warga yang masih kesulitan untuk menghuni Rusunawa karena masalah dana, pihaknya memberi kelonggaran pembayaran sampai warga bisa membayar. "Tapi tidak mungkin dihutang sampai setahun, kan," ungkapnya.

Namun, bagi warga yang belum miliki surat nikah, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kantor Urusan Agama (KUA). Karena dirinya tidak bisa memberi toleransi, atas persyaratan yang telah diatur dalam pearturan bupati tersbut.

"Warga nanti bisa memperolah surat nikah di KUA, tentutanya dengan tahapan. Kami sudah mengkoordinasikannya dengan KUA," terangnya.(ams)

Dibaca : 190x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan