Selasa, 21 Mei 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Persiapan Pembangunan Bandara Ngloram

Warga Siapkan Pemberkasan Pembebasan Lahan

Editor: samian
Jum'at, 10 Mei 2019
Ahmad Sampurno
RAPAT : Tim yang ditugasi untuk pembangunan Bandara Ngloram saat melakukan rapat persiapan revitalisasi Bandara Ngloram.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Warga Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai menyiapkan berkas lahan yang akan dibebaskan untuk perluasan pembangunan Bandara Ngloram.

Menurut Kepala Desa Ngloram, Diro Beni Susanto, berkas tersebut nantinya sebagai dasar penaksiran dan syarat untuk pembebasan.

"Berkas itu nanti yang akan digunakan tim appraisal lahan," kata Diro Beni Susanto, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (10/5/2019).

Diro sapaan akrabnya menjelaskan, ada penambahan jumlah pemilik lahan saat dilakukan pengukuran beberapa waktu lalu. Jumlah awalnya sebanyak 22 orang, sekarang menjadi 23 orang pemilik lahan dari Desa Ngloram dan Desa Kapuan.

"Ya hanya terjadi pergeseran saja saat lahan diukur. Sementara untuk tim appraisal belum ada kabar dilakukan pembentukan," ujarnya.

Kepala Bidang Perhubungan, Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub), Bambang mengatakan, proses pembesan lahan untuk perluasan Bandara Ngloram masih terus berjalan.

"Baru proses pembebasan lahan saja, Mas. Supaya segera dihibahkan ke Kementerian Perhubungan dan segera dibangun," tandasnya.

Sekadar diketahui, pada Rabu (24/4/2019), telah dilaksanakan rapat percepatan pembangunan Bandara Ngloram, di Kantor Gubernur Jawa Tengah yang diikuti Sekda Provinsi Jateng  Sri Puryono, Wakil Bupati Blora  Arief Rohman, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dari Pemprov Jateng maupun Pemkab Blora.

Saat itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Dewandaru, Yoga Komala, yang ditugasi oleh Kementerian Perhubungan sebagai pelaksana proyek, menyampaikan bahwa pihaknya ditarget agar pada akhir 2020 Bandara Ngloram sudah bisa didarati pesawat.

Menurut Yoga Komala, Bandara Ngloram memang belum masuk dalam sembilan proyek strategis nasional. Namun Kementerian Perhubungan memberikan perhatian khusus untuk Kabupaten Blora.

"Kami ditarget agar bisa menyelesaikan proyek ini sehingga bisa beroperasional pada akhir tahun 2020 nanti sebagai bandara penerbangan umum,” ungkap Yoga.

Sejumlah tahapan pembangunan di tahun 2019 dan tahun 2020 yang akan dilakukan, disampaikan olehnya dalam forum rapat tersebut. Di tahun 2019 ini pekerjaan yang akan dilakukan adalah perpanjangan runway 300 meter kali 30 meter, taxiway termasuk marking (satu paket).

Kemudian pemenuhan standart pagar bandara, penyusunan rancangan teknik terinci (RTT) fasilitas sisi udara dan sisi darat, serta pengawasan pembangunan sisi udara. Sedangkan pada tahun 2020 nanti akan ada 16 paket kegiatan.

Dantaranya melanjutkan perpanjangan landasan menjadi 1400 meter kali 30 meter dan turning area 1500 meter persegi. Lalu, rekonstruksi apron dan taxiway, pembuatan drainase sisi udara, penyelesaian pagar bandara, pembangunan gedung terminal.

Pembangunan gedung operasional, gedung kantor, tempat ibadah, pembuatan landscape, gedung PKP-PK, akses jalan, peralatan parkir, pembuatan tempat parkir kendaraan, pembangunan jalan masuk ke bandara, pengadaan kendaraan operasional dan pengadaan Air Field Lighting (AFL).

“Untuk melakukan pekerjaan tersebut, kami membutuhkan tambahan lahan seluas 35.000 meter persegi. Kami mohon agar bisa dibantu pengadaan lahannya. Agar kegiatan 2020 bisa dilaksanakan, sebaiknya penyerahan lahan bisa dilakukan maksimal bulan Februari 2020,” ucap Yoga.

Lahan tersebut nantinya bukan berarti menjadi milik Kementerian Perhubungan. Namun hanya sebatas hak pakai saja selama digunakan untuk kegiatan penerbangan atau bandara udara. Jika kedepan nanti sudah tidak dipakai untuk bandara, maka tanah akan kembali ke pemerintah daerah.

Penyerahan lahannya nanti bisa dilakukan melalui perjanjian kerjasama antara pemerintah daerah dengan Kementerian Perhubungan.

"Sedangkan untuk pembangunan di tahun 2019 ini kami diberi anggaran sebesar Rp 30 miliar. Selanjutnya untuk 2020 akan diusulkan sekitar 60-70 miliar,” ujarnya.(ams)

Dibaca : 578x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan