Rabu, 12 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Warga Was-was Muncul Rembesan di Tanggul Simorejo

Editor: samian
Selasa, 13 Maret 2018
Ali Imron
KHAWATIR : Warga Desa Simorejo menunjuk titik rembesan di tanggul Bengawan Solo.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Tingginya debit air Sungai Bengawan Solo beberapa hari terakhir, membuat warga di Dusun Pandirejo, Desa Simorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, was-was. Ditambah muncul beberapa titik resapan, di tanggul penghalau banjir luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

"Sejak kemarin sudah muncul rembesan air," ujar Warga Dusun Plandirejo, Heri Wahyu (41) saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com di tepi tanggul Sungai Bengawan Solo, Selasa (13/3/2018).

Heri khawatir jika rembesan tersebut tidak segera ditangani, membuat rumahnya diterjang banjir. Sekalipun masih kecil, tapi rembesan di dekat rumpun bambu itu lama kelamaan bisa membesar jika debit sungai tak lekas surut.

Sepengetahuannya sekitar pukul 09:00 WIB hari Senin (12/3) kemarin, ada tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang mendatangi titik rembesan. Apakah akan ditangani cepat, pihaknya belum mengetahuinya.

Baginya kedatangan tim ke lokasi rembesan menandakan kerawanan. Diharapkan ada kebijakan cepat dari BPBD maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo supaya warga Simorejo tidak kebanjiran.

Naiknya debit Sungai Bengawan Solo dibenarkan warga Desa Widang, Kecamatan Widang, Kartono (64). Luapan sungai terjadi sejak hari Sabtu (10/3) lalu, dan sekarang sawah ditepi Bengawan Solo sudah rata dengan air.

Berbeda dengan di Dusun Mandungan, Desa Widang, air justru sudah menggenangi kebun dan pekarangan warga yang berada di dalam tanggul. Setiap kali air Sungai setara tanggul, warga yang hidup di tepian Sungai tidak bisa tidur nyenyak.

"Sawah dan kebun disini sudah tergenang," jelas Hartono warga setempat.

Camat Widang, Sartono, membenarkan jika ada rembesan di Dusun Pandirejo, Desa Simorejo. Kendati demikian, setelah dicek BPBD dan Muspika Widang ternyata masih aman, karena resapannya masuk melalui sela-sela akar sumpun bambu.

"Kami harapkan tidak banjir kasihan warga Widang," sergahnya.

Dikonfirmasi perihal ini, Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, belum bisa dihubungi karena telepon genggamnya sedang tidak aktif. Panggilan dua kali sejak pukul 15:31 WIB, masih belum diangkat.

Informasi yang dihimpun dari BPBD Tuban, Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di titip pantau Bojonegoro pukul 09:00 WIB sudah Siaga Kuning (SK) di 14.19 (+) Peilschaal, pukul 12:00 WIB bertambah di 14.39 (+) Peilschaal, dan pada pukul 15:00 WIB naik lagi di 14:52 (+) Peilschaal mendekati Siaga Merah (SM).(Aim)

Dibaca : 975x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>