Kamis, 18 Januari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

WBS Sepakat Beri Kompenasi Rp50 juta

Editor: nugraha
Kamis, 29 Oktober 2015
SuaraBanyuurip.com/totok
KONFLIK: Lokasi quarry batu kapur di desa Gajah

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan- Konflik berkepanjangan antara penambang batu kapur di Desa Gajah, Kecamatan Boureno, Kabupaten Bojonegoro dengan warga Desa Karang Kembang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, akhirnya menemui titik temu.

Kesepakatan terjadi saat Camat Babat Fadheli Purwanto mempertemukan pihak penambang batu kapur yaitu PT.Wira Bumi Sejati (WBS) dengan perwakilan warga Karang Kembang di sebuah cafe di Jalan Babat-Jombang pada Selasa (27/10/2015) malam.

"Dari pertemuan tersebut telah disepakati MoU antara pihak PT WBS selaku pengelola tambang dan warga Karang Kembang yang terdampak polusi aktifitas penambangan," kata Fadheli Purwanto kepada suarabanyuurip.com, Rabu (28/10/2015).

Dalam kesepakatan tersebut PT WBS bersedia memberikan kompensasi kepada warga sebesar Rp50 juta. Dana kompensasi tersebut akan dicairkan dalam dua tahap yaitu masing-masing Rp25 juta pada tanggal 1 November, dan sisanya Rp25 juta pada 1 Desember 2015.

"Dana kompensasi itu akan diberikan kepada warga yang selama ini terdampak langsung dan tidak langsung akibat aktifitas penambangan PT WBS," papar mantan Camat Karanggeneng ini.

Total warga yang akan mendapat dana kompensasi sebanyak 133 Kepala Keluarga (KK). Rinciannya, warga terdampak langsung 43 KK dan tidak langsung 90 KK. Untuk warga berdampak langsung akan mendapat kompensasi Rp500 ribu/ KK, dan bagi tidak terdampak langsung Rp300 ribu rupiah.

"Dana itu bisa dimanfaatkan warga untuk berobat karena akibat dari penambangan banyak warga yang terserang sakit ISPA dan gangguan pernafasan," cetus Fadheli.

Sekedar di ketahui warga Karang Kembang selama ini dibuat gerah akibat aktifitas penambangan yang dilakukan PT WBS. Warga Karangkembang melakukan beberapa kali demontrasi.

Meski berlainan Kabupaten, lokasi penambangan dan Desa Karang Kembang bertetangga. Selama aktifitas penambangan berlangsung warga dirugikan dengan kepulan debu dari ratusan drum truck yang mengangkut hasil tambang.

Data dari Humas dan Infokom Pemkab Lamongan dalam sehari terdapat 360 rit muatan batu tambang dengan kapasitas 24 ton per rit.(tok)

Dibaca : 468x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan