Wilayah Proyek Gas JTB Pengidap HIV/AIDS Tertinggi di Bojonegoro

Senin, 27 Mei 2019, Dibaca : 1844 x Editor : samian

Ist
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Bojonegoro, Jhony Nurharyanto (paling kiri).


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Kecamatan Ngasem, menjadi salah satu wilayah sebaran human immunodeficiency virus/acquride immune deficiency syndrome atau HIV/AIDS  terbanyak di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Wilayah ini merupakan ring satu Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB).

Data Komisi Penanggulangan AIDS Bojonegoro menyebutkan, jumlah pengidap HIV/AIDS sepanjang tahun 2018 sebanyak 190 kasus. Dari jumlah tersebut, tertinggi di Kecamatan Ngasem sebanyak 16 kasus. Jumlah tersebut sama dengan wilayah Kalitidu. Disusul wilayah Kecamatan Bojonegoro sejumlah 15 kasus.

Baca Lainnya :

    Dari 190 penderita HIV/AIDS di Bojonegoro didominasi oleh kaum perempuan sebanyak 107 orang, dan laki-laki 83 orang. Dengan usia terbanyak antara 40 - 44 tahun sebanyak 31 kasus. 

    Sementara dari jenis pekerjaan, penderita HIV/AIDS terbanyak adalah wiraswata sejumlah 87 orang, Ibu rumah tangga 49 orang, dan petani 19 orang. Sedangkan pegawai negeri sipil satu orang. 

    Baca Lainnya :

      "Dari 190 kasus delapan orang meninggal dunia," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Bojonegoro, Jhony Nurharyanto kepada suarabanyuurip.com, Minggu (26/5/2019).

      Sementara hingga triwulan pertama 2019 ini, lanjut Jhony, sapaan akrabnya, ada 21 kasus. Rinciannya, 11 pengidap HIV dan 10 pengidap AIDS. 

      "Jumlah itu sampai Maret kemarin," ucap pria yang pernah mejabat Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro itu.

      Berbagai upaya telah dilakukan Komisi Penanggulan AIDS Bojonegoro. Salah satunya melakukan pendataan pengidap HIV/AIDS sejak tahun 2002. Totalnya sebanyak 1.250 kasus hingga 2018, dengan jumlah meninggal tercatat 224 orang.

      Selain itu, melakukan upaya pencegahan dengan gerakan menyadarkan dan mengedukasi masyarakat. Sehingga dengan begitu masyarakat bisa paham dan tidak ada lagi pengucilan terhadap ODHA. Termasuk pola hidup sehat.  

      Seperti sosialiasi HIV/AIDS dan TB di proyek Groundsil Bendung Gerak, Kecamatan Trucuk, belum lama ini. Sosialisasi dilaksanakan manajemen proyek dengan menghadirkan Komisi Penanggulangan AIDS dan Dinas Kesehatan Bojonegoro.

      "Tujuannya agar karyawan terhindar dari penyakit itu," pungkas Jhony.(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more