Rabu, 19 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Wisata Blora Sulit Dikembangkan

Editor: samian
Senin, 27 Juni 2016

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora - Besarnya potensi wisata di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah tidak diimbangi dengan pendapatan yang diperoleh pemerintah setempat sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terbukti, sampai saat ini Blora belum memperoleh pedapatan dari sektor wisata lantaran sulit dikembangkan.

"Sampai saat ini memang Blora belum memperoleh pendapatan dari sektor wisata yang ada," kata Sugiyanto, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora, Senin (27/6/2016). 

Menurutnya, sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Blora sulit untuk dikembangkan. Pasalnya, hampir semua objek wisata yang ada di Kabupaten Blora bukan aset milik daerah. Seperi halnya Goa Terawang yang ada di Kecamatan Todanan.

"Itu adalah milik Perhutani yang dikelola oleh warga sekitar dan hasilnya masuk ke kas desa,” jelasnya.

Selain itu, keberadaan investor yang akan menanamkan modalnya untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Blora semuanya hampir menolak.

“Itu disebabkan dengan pajak yang harus dibayarkan investor terlalu tinggi jika dibandingkan keuntungan yang diperoleh,” kata Sugiyanto.

Meski demikian, pihaknya mengaku, masih berusaha memperoleh pendapatan dari sektor pariwisata yang bakal masuk dalam PAD. Dia menjelaskan, saat ini tengah menyampaikan proposal kepada investor untuk mengembangkan pariwisata yang ada di Kabupaten Blora. Melalui Kementerian Pariwisata.

“Kami membidik Pemandian Sayuran dan Kolam Renang Tirtonadi untuk bisa dikelola dengan baik,” ucapnya. 

Menurutnya, dengan pengelolaan yang baik oleh investor, maka akan mendatangkan keuntungan bagi daerah dan mampu membranding Blora dari segi Pariwisata. Namun ketika tidak ada satupun investor yang tertarik, baru akan mengajukan bantuan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata. Supaya mengalokasikan dana guna pengelolaan pariwisata.

“Mungkin kami akan meminta alokasi dana ke Kementerian Pariwisata untuk mengelola dua objek yang sedang kami bidik,” pungkasnya. (ams)

Dibaca : 769x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan