Sabtu, 18 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Surat Pembaca

simulasi kopassus
DAMPAK PELAKSANAAN SIMULASI KOPASSUS TERHADAP WARGA
Kopassus merupakan singkatan dari komando pasukan khusus yanag merupakan bala pertahanan pusat yang jadi bagian dari pasukan TNI AD yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.
Tentunya hal itu merupakan sebuah nilai positif terhadap pengamanan yang ada di indonesiea karena mempunyai pasukan yang mempunyai kredibilitas tinggi dalam pola pengamanan kedaulatan Negara ini,dan hari ini di GAYAM kedatangan para pasukan ini untuk melakukan simulasi,sebenarnya yang menjadi pertanyaanya kenapa medan yang digunakan untuk simulasi harus di GAYAM?sebenarnya itu menjadi persoalan biasa dan tak perlu untuk dibahas,akan tetapi jika melihat respon warga yang banyak mengalami shock karena pola latihan yang belum ada sosialisasi sebelumnya membuat simulasi ini semakin terlihat dampak negatifnya bagi warga,ironis memang ketika banyak warga yang ketika terbangun dari tidur mendengar letusan dan tembakan yang bergemuruh,apalagi pelaksnaan itu berada tepat di tengah-tengah rumah padat warga,bu tasimah (63), warga desa gayam yang mempunyai penyakit jantung sangat kaget melihat hal ini dan sangat ketakutan ketika melihat para tentara yang berlarian membawa laskar panjang yang seakan-akan memborbardir warga,simulasi semacam ini memang baik jika di iringi dengan proses yang baik pula,tapi akan menjadi hal yang sangat merugikan dan dampak psikologisnya pun luar biasa,ini ada indikasi bahwasanya ada oknum yang berkepentingan yang memang menginginkan sebuah pembentukan persepsi dengan menunjukan betapa beringasnya pasukan militer yang nantinya akan melapisi pertahanan perusahaan yang melakukan eksplorasi Migas,dan dengan menggeret para pasukan perkasa dari TNI AD mereka berharap warga akan semakin terkungkung dan secara tidak langsung akan memberi ancaman pada warga,ini merupakan serangan psikologis terhadap warga masyarakat di GAYAM dan sekitarnya.hal ini menurut saya adalah bentuk presser secara halus dan serangan pada mental warga,mestinya ketika ada yang bertanggung jawab untuk mensosialisasikan hal ini terhadap warga sekitar agar warga juga tidak shock dan tidak ketakutan terhadap itu semua,dan kita sebagai masyarakat yang berada di tempat eksplorasi ini jangan sampai kita terjebak hal ini untuk terus mengkritisi dan mengawal pengeboran ini agar tidak menjadi momok bagi kita,bagi para pemuda jangan bangga karena tempat kita digunakan simulasi para orang2 berseragam hijau ini,terlebih dari itu kita masih mengemban amanat sebagai penyambung lidah rakyat dan sebagai agen pengontrol kita harus tetap menggenggam tangan untuk selalu menatap kedepan dan terus memperjuangkan hak-hak warga.

Penulis adalah Presiden BEM STAI Sunan Giri Bojonegoro,
Sekretaris Karang Taruna Gayam dan
Anggota Serikat Pemuda BanyuUrip (SPBU) /085 856 553 921

HAMBALI KARANG TARUNA di BOJONEGORO | Kamis, 19 Januari 2012 12:09
Dibaca 1411 kali
Berikan tanggapan atas surat di atas!
iklan