Sabtu, 18 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Surat Pembaca

Menanggapi Wacana Jusuf Kalla
Meredusi Jam Kerja Perempuan,Solusikah?
WaPres Jusuf Kalla melempar wacana menyangkut pengurangan jam kerja pegawai perempuan menjadi 2 jam. Alasannya, agar perempuan mempunyai waktu yang lebih untuk keluarga dan anak. Jika dicermati kekhawatiran beliau sangat beralasan karena banyak terjadi kekerasan orang tua terhadap anak sampai yang mengerikan yaitu kasus kenakalan remaja. Ini dikarenakan lemahnya perhatian dan pengawasan orang tua terutama ibu. Hal ini akibat sibuknya ibu bekerja di luar rumah sehingga pendidikan dan perilaku anak tak terkontrol.

Tetapi pengurangan jam kerja perempuan bukanlah solusi. Karena saat ini masyarakat cenderung kapitalis. Hidup untuk uang sehingga bekerja di luar rumah lebih utama. Mereka merasa cukup menjadi ibu yang baik ketika dapat memenuhi semua kebutuhan anaknya dengan materi. Apalagi ditambah himpitan ekonomi pasca BBM naik berakibat perempuan harus keluar rumah mencari tambahan nafkah.

Islam agama yang komprehensif, Islam mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk masalah ini. Islam memuliakan peran ibu sebagai ummu warobatul bait (ibu pengatur rumah tangga). Yang memelihara keluarga, suami dan juga anak. Ibu adalah orang pertama yang memberikan pendidikan pada anak-anaknya. Sedangkan yang berkewajiban bekerja adalah suami atau walinya. Jika tidak mampu maka negara yang bertanggung. Jadi ibu fokus mengurus keluarga

Jadi wacana pak JK, bukanlah solusi yang fundamental atau mendasar. Dan bisa dipastikan kalaupun wacana ini jadi direalisasikan, perempuan akan tetep bekerja bahkan lebih dari satu pekerjaan untuk menutupi perekonomiannya sedangkan keluarga dan anak masih terlalaikan karena system kapitalislah yang membuat perempuan mengejar materi.

Solusi satu-satunya adalah campakkan sistem kapitalisme. Dan dengan sistem Islam kaffah-lah peran ibu akan dihidupkan kembali sebagaimana fitrahnya sebagai ummu warobatul bait yang mampu mencetak generasi-generasi muda yang berakhlak mulia dan bermutu, sehingga dapat meneruskan kembali kehidupan Islam di dunia. Hal ini akan terwujud bila terdapat kerja sama berbagai pihak yaitu negara, masyarakat dan keluarga dalam mewujudkannya.

Penulis: Dian Agustina
(Ibu rumah tangga)
Tuban
Dian di Tuban | Minggu, 07 Desember 2014 14:45
Dibaca 1122 kali
Berikan tanggapan atas surat di atas!
iklan