Warga Kedungbembem Tak Lagi Konsumsi Elpiji

biogas

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Desa Kedukbembem, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, ditetapkan sebagai Desa Mandiri Energi (DME) berbasis energi terbarukan.
Tak satupun warga menggunakan elpiji atau minyak tanah untuk keperluan memasak.

Sudah sejak sekitar sebulan ini di desa yang berada di tengah kawasan hutan tersebut, dibangun sepuluh unit digester pengolah kotoran sapi menjadi biogas. Dari digester jenis tanam berdiameter 4 hingga 7 meter kubik itulah, warga Desa Kedukbembem bisa menghemat pengeluaran rumah tangga yang biasanya digunakan untuk membeli elpiji.
Sementara di seluruh Indonesia hanya ada 20 kabupaten/kota yang menjadi desa percontohan sejenis.

Menurut Ketua Kelompok Pelaksana Kegiatan Rukun Makmur, Desa Kedukbembem, Edi Purwanto (40), suda ada 12 rumah tangga yang sudah memanfaatkan biogas dari kotoran ternak sapi tersebut.

“Masyarakat sudah akrab dengan penggunaan biogas untuk memasak sehari-hari. Bahkan dari biogas ini bisa digunakan juga untuk bahan bakar penerangan di rumah. Sehingga warga yang memanfaatkan biogas ini sudah sama sekali tidak menggunakan elpiji,“ ujar Edi, kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (29/12/2012).

“Kedepan akan diupayakan semacam tabung untuk menyimpan biogas sehingga bisa secara mudah didistribusikan ke rumah-rumah warga. Selama ini distribusi dari digester ke rumah warga pengguna masih menggunakan selang. Sehingga yang bisa mengakses biogas masih terbatas,“ imbuh dia.

Dalam sebulan warga Desa Kedukbembem biasanya menggunakan dua tabung elpiji kemasan tiga kilogram seharga kurang lebih Rp15 ribu pertabung. Sehingga dalam sebulan, setidaknya mereka mengeluarkan ongkos Rp30 ribu untuk kebutuhan bahan bakar memasak.

“Dalam sebulan, kini, setidaknya masyarakat pengguna biogas ini bisa berhemat Rp 30 ribu,“ imbuh Edi.

Kepala Humas dan Infokom Pemkab Lamongan, Mohammad Zamroni, mengatakan,  Bupati Lamongan Fadeli sangat mendukung keberadaan DME di Desa Kedungbendem. Melihat besarnya manfaat biogas itu, bupati berharap agar proyek tersebut jangan sampai mangkrak.

“Karena itu dia berharap agar SKPD terkait mengupayakan kesinambungan dari proyek percontohan tersebut,” kata Zamroni.

Selain itu, Fadeli meminta meski populasi ternak sapi di desa itu sangat banyak, mencapai 857 ekor, namun tetap meminta SKPD terkait agar mengupayakan bantuan ternak agar DME bisa dijaga perkembangannya.

“Nanti warga desa bisa membuat kolam-kolam ikan yang pupuk dasarnya menggunakan sisa kotoran sapi dari biogas. Untuk benih ikan lele, nanti pemerintah daerah yanga akan membantu,“ ujar juru bicara Pemkab Lamongan ini. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *