SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Tim SAR (search and resque) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu Brimob Datasemen C Polda Jawa Timur terus menyisir bantaran Sungai Bengawan Solo, untuk pencarian warga yang tenggelam pada hari Sabtu (06/4/2013) lalu.
Diketahui, korban tenggelam nenek yang bernama, Kami (77), warga Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Dia hanyut saat mengembala kambing di bantaran Sungai Bengawan Solo di desa setempat.
Pagi ini, Senin (8/4/2013), Brimob Datasemen C Polda Jatim dibantu BPBD dan PMI Bojonegoro mulai melakukan pencarian lagi. Mereka belum puas karena proses pencarian semalam belum membuahkan hasil.
Komandan Brimob Polda Jatim, Iptu Edi Suyono, mengatakan, pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan ini kesulitan mencari korban karena derasnya arus sungai. Selain itu cuaca juga tidak bersahabat lantaran hujan sejak sore kemarin tak kunjung reda.
“Pagi ini kami melanjutkan pencarian korban,” ujarnya.
Upaya pencarian dilakukan dengan membentuk pos-pos di sepanjang tepi sungai, sehingga jika jenazah korban terampung akan dapat terlihat oleh petugas. “Ada yang di Padang (Trucuk), Bendung gerak, dan Taman Bengawan Solo,” imbuhnya.
Korban diduga hanyut saat menggembalakan kambing di tepi sungai hari Minggu sore keamrin. Sambil menggembala korban mencari kayu bakar di tepian Bengawan Solo. Dua kerabat korban curiga lantaran korban tidak ada, tetapi barang bukti caping, dan kambing milik korban masih ada di tempat kejadian perkara (TKP). (had)