SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Potensi minyak mentah di bawah sumur di lahan sawah di Desa Kujung, Kecamat Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur diperkirakan besar. Apalagi sejarak 500 meter dari lokasi sumur tersebut, terdapat sumur tua peninggalan jaman kolonial Belanda.
Saat ini, sumur tua peninggalan Belanda tersebut ditutup. Setelah dikabarkan sempat dilakukan pengambilan minyak mentah pada kisaran tahun 1800-an silam. Kala itu Indonesia masih di bawah belenggu penjajahan.
“Sini dekat dengan sumur tua peninggalan Belanda, sekitar 500 meter,†terang Kepala Desa (Kades) Kujung, Mohammad Jali, kepada SuaraBanyuurip.com.
Dia juga mengatakan, kalau pernah ada pengeboran kembali yang dilakukan pada tahun 1902 lalu. Warga Kujung tidak pernah tahu siapa yang melakukan pengeboran, dan alasan apa sehingga tidak melanjutkan pengeboran di tempat tersebut.
Untuk itu, warga berharap sumur tersebut mempunyai potensi untuk dikelola. Baik itu dikelola oleh perusahaan ataupun dengan berbagai cara lain, seperti melalui mekanisme pembentukan koperasi melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Diketahui, warga Desa Kujung digemparkan dengan keluarnya minyak mentah pada sumur irigasi pertanian yang dibuat oleh warga. Minyak mentah tersebut keluar dari kedalaman 50 meter setelah proses penggalian yang dilakukan warga disekitar areal pertanian desa.
Cairan tersebut dipastikan minyak mentah. Karena selain warnanya yang hitam pekat, juga diketahui dari bau khas minyak mentah. Selain itu, cairan ini juga bisa dibakar dan mengeluarkan asap berwarna hitam. (edp)